Sumut

Tak Ada Akses Memadai, Ratusan Warga Sikilang Desak DPRD Bangun Jalan

Sebelumnya, seorang ibu hamil meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit karena sulitnya akses jalan.

M Nurhadi

Ratusan Masyarakat Sikilang Datangi Kantor DPRD Pasbar. [Foto: Romi/Padangkita.com]
Ratusan Masyarakat Sikilang Datangi Kantor DPRD Pasbar. [Foto: Romi/Padangkita.com]

SuaraSumut.id - Ratusan warga Jorong Sikilang, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat menggeruduk kantor DPRD setempat. Mereka menuntut pembangunan akses jalan yang memadai, jaringan komunikasi dan pengadaan mobil ambulance.

Sejak pemekaran Pasaman barat dari Pasaman hingga kini, kondisi Sikilang memang tidak membaik. Ratusan kepala keluarga di wilayah Jorong sangat terisolir dari berbagai daerah. Jalan yang menghubungkan Jorong dengan berbagai daerah lain sangat buruk.

Belum lama ini, seorang ibu yang hendak melahirkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Penyebabnya, tak lain karena tidak adanya akses medis memadai dan sulitnya akses jalan menuju rumah sakit terdekat.

Massa membawa berbagai atribut seperti baliho, spanduk dan karton yang bertuliskan tuntutan mereka kepada DPRD. Sofyan Huda selaku koordinator aksi mengatakan kepada Padangkita.com (jaringan Suara.com), saat ini kampungnya sangat terisolir dan akses ke kesana sangat sulit.

“Mulai dari jalan, angkutan transportasi, ambulans hingga jaringan data (internet) tidak ada, sangat memprihatinkan,” kata Sofyan.

Ia mewakili warga Sikilang meminta para wakil rakyat di DPRD untuk memperjuangkan pembangunan di kampungnya. Dia mengingatkan, agar wakil mereka di gedung DPRD tidak terlena dengan kursi empuk dan ruangan ber-ac.

“Kami rakyat menderita, sementara para wakil rakyat duduk di kursi goyangnya yang empuknya,” lanjut dia.

Massa tersebut lantas disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Pasbar Baharuddin R. Di hadapan massa, Baharuddin berjanji aspirasi mereka akan menjadi akan jadi tugas serius anggota DPRD. Namun, dia mengatakan, aspirasi itersebut mestinya juga diawali dengan usulan Bupati kepada DPRD.

“Kami tidak punya anggaran. Yang punya anggaran itu Bupati. Namun kami akan rekomendasikan kepada Bupati. Apabila nanti masuk (aspirasi/usulan program) kepada kami di DPRD, maka akan kami sepakati untuk ditindaklanjuti segera,” kata Baharuddin.

Berita Terkait

Berita Terkini