SuaraSumut.id - Kementerian Sosial (Kemensos) diminta untuk memberikan alat bantu bagi para lanjut usia (lansia) terlantar, dengan melibatkan instansi lain. Pelayanan Kemensos kepada lansia, selama ini dinilai sudah baik, hanya perlu ditingkatkan.
Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Marwan Dasopang, setelah melakukan kunjungan kerja reses DPR ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masa Persidangan I Tahun Sidang 2020 - 2021.
"Perlu keterlibatan dari Kementerian Kesehatan dalam menyediakan pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan makanan tambahan bagi lanjut usia,” kata Marwan di Jakarta, Sabtu (10/10/2020).
Salah satu kegiatan reses adalah meninjau Unit Pelaksana Teknis Lanjut Usia (UPT LU) Binjai atau eks Panti Sosial Tresna Werdha Abdi, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai.
“Sudah keliling di kompleks UPT LU, dan secara umum, baik kamar tidur dan kamar mandi cukup bersih, " kata Marwan, yang juga Ketua Tim kunjungan Komisi VIII DPR RI.
Ia didampingi Kepala UPT LU, Binjai Herly Puji Mentari Latuperissa; Kadinsos Provinisi Sumut Rajali; serta Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos RI, Andi Hanindito.
Marwan menambahkan, rencana dukungan terhadap pelayanan lanjut usia sudah sering dibahas DPR dan pemerintah.
"Intinya, Kemensos memang tidak bisa kerja sendirian, melainkan harus ada koordinasi antar dan lintas kementerian/lembaga," katanya.
"Apa salahnya sebagai anggota DPR di Komisi VIII mendorong teman-teman di Komisi IX, meminta Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan kebutuhan obat-obatan dan makanan tambahan ke sini bagi lanjut usia, " kata Marwan.
Baca Juga: Gelar Program Inkubasi Kewirausahaan, Kemensos Gandeng Pertamina Lubricants
Perlu dipahami bahwa dalam urusan pelayanan bagi lansia, tidak ada urusan pusat dan daerah melainkan urusan bersama.
Kompleks UPT LU Binjai berdiri di lahan seluas 7 hektare, dengan Warga Binaan Sosial (WBS) hingga Januari 2020, 176 lansia terlantar.
“Operasional pelaksanaan kegiatan sehari-hari, kami disuport oleh 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 10 pengasuh, " ungkap Puji, sapaan akrab Herly Puji Mentari Latuperissa.
Secara umum, dari 176 warga binaan tersebut, sebagian hanya bisa beraktivitas di kasur atau bedridden, sehingga membutuhkan penanganan yang telaten dan penuh kesabaran.
“Dari 7 hektare lahan, 2 hektare diantaranya bagi warga binaan yang masih bisa produktif untuk bertani dan sisa lahan lainnya untuk pemakaman, " jelas Puji.
Komoditas pertanian yang ditanam oleh warga binaan sosial tersebut, yaitu jagung, serai, ubi dan kacang ijo. Tapi ada juga kerajinan, seperti anyaman dan gerabah.
Berita Terkait
-
Nenek Penjual Kopi Terharu Mendapat Bantuan Sembako dari Kemensos
-
Jadi Leading Sector, Juliari Batubara Minta Kemensos Terus Perkuat Sinergi
-
Begini Cara Merawat Kaki dan Tangan Palsu Sendiri di Rumah
-
Kunjungi Komunitas Adat Samin, Grace Batubara Salurkan 400 Paket Sembako
-
Ringankan Beban Seniman Jateng, Grace Batubara Beri Bantuan Sembako
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain
-
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP