SuaraSumut.id - Calon Wali Kota Medan nomor urut 01, Akhyar Nasution mendatangi Sentra Gakkumdu Bawaslu Medan, Rabu (21/10/2020). Kedatangan Akhyar untuk mengklarifikasi adanya laporan dugaan pelanggaran kampanye.
Pantauan di lokasi, Akhyar yang tiba sekira pukul 12.28 WIB langsung masuk ke ruang Gakkumdu. Ia didampingi tim kuasa hukum, Muhammad Hatta.
Di dalam ruangan terlihat beberapa orang. Akhyar kemudian dimintai klarifikasi terkait dugaan adanya pelanggaran kampanye saat mendatangi Rumah Tahfiz.
"Dalam rangka klarifikasi atas laporan warga bernama Hasan Basri Sinaga, terkait kegiatan kalau gak salah pada 14 Oktober. Saya sampaikan bahwa tidak melakukan kampanye, saya hanya melihat calon hafidz Al-Qur'an," kata Akhyar.
Akhyar mengatakan, datang ke sana usai memenuhi undangan dari komunitas masyarakat bernama Dibawah Pohon Pokok Roda (DIPORA).
Ia mengaku diajak warga untuk berkunjung ke salah satu rumah Tahfiz Quran di Jalan STM, Gang Aman, Medan.
"Mereka (masyarakat) meminta saya melihat rumah tahfiz. Di sana ada anak-anak yang belajar. Saya katakan bahwa ini bagus sambil mengacungkan dua jempol," ujarnya.
Akhyar sempat keberatan dengan laporan itu karena si pelapor tidak berada di lokasi. Dia juga meminta Bawaslu untuk memeriksa dan mendalami laporan tersebut.
"Saya paham aturan, tidak mungkin saya langgar aturan itu," ungkapnya.
Baca Juga: Debat Paslon di Pilwalkot Blitar Tanpa Suporter
Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap mengatakan, pemanggilan terhadap pelapor (Akhyar Nasution) sebagai bagian dari proses dan tahapan dari sebuah laporan warga.
Gakkumdu akan meminta keterangan terkait kegiatan yang dilaporkan baik terhadap pelapor, terlapor maupun penyelenggara acara.
"Jadi yang harus dipahami bahwa pemanggilan ini sebagai langkah dalam proses terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye. Selain pelapor, terlapor juga kita minta penjelasannya, sehingga dia bisa mendapat ruang memberi penjelasan terhadap laporan tersebut," kata Payung.
Payung mengatakan, seharusnya Akhyar datang ke Gakkumdu pada Selasa (20/10/20), namun karena ada kesibukan sehingga baru hari ini dapat hadir.
Dalam laporan tersebut, kata Payung, adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Akhyar di lingkungan pendidikan dan melibatkan anak-anak.
"Kalau dugaannya kan melibatkan anak-anak, itu kan dari laporan. Nah dalam pelanggaran pidana tersebut itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Tapi itupun nanti tergantung kajian dari Gakkumdu yang terdiri dari kepolisian dan kejaksaan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik
-
Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan
-
Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki
-
KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban
-
BRI Siapkan 41 Insan Jadi Penyuluh Antikorupsi Melalui PELOPOR 2026