SuaraSumut.id - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumut melakukan sidak ke Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan, Selasa (3/11/2020).
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, kaget melihat kondisi tahanan yang sudah melebihi kapasitas.
"Tiga menit saja di dalam sudah keringat betul. Meski pelaku kejahatan, mereka juga punya hak yang harus dilindungi. Kita ingin membantu merek agar segera dikirim ke lapas," kata Abyadi dilansir Antara, Kamis (4/11/2020).
Selain itu, kata Abyadi, ditemukan adanya tahanan yang telah divonis namun belum dilimpahkan.
"Ini kan hak-hak mereka. Inilah yang ingin kami membantu mereka supaya mereka dikirim ke lapas," ujarnya.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan swab test kepada para tahanan yang akan dikirim ke lapas.
"Intinya surat menteri itu dalam rangka COVID-19 supaya mereka tidak tertular," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sidak dilakukan menyusul Surat Edaran Menteri Hukum dan HAM RI perihal pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.
"Yang meminta lapas untuk tidak menerima tahanan dari penyidik. Dampak dari itu kemudian terjadi pembeludakan tahanan kepolisian. Ombudsman sejak Mei sudah melakukan kajian tentang itu. Saya kira kondisi di lapangan sangat memprihatinkan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Akses Kota Siantar Akan Ditutup Sementara, Arus Lalin Dialihkan
-
Kebakaran Rumah di Paluta Berujung Duka Mendalam, Bocah 4 Tahun Tewas
-
Viral Napi Korupsi Bisa Mampir ke Coffee Shop, Karutan Akui Adanya Pelanggaran SOP
-
Pembunuh IRT di Tebing Tinggi Ditangkap, Motifnya Tersinggung Postingan di Facebook
-
Kisah Gadis Cantik Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Rusak, Menabung Meski Serba Kurang