Chandra Iswinarno
Jum'at, 01 Januari 2021 | 07:35 WIB
Pelajar SMAN 1 Pontianak, Kalbar, mengikuti proses belajar tatap muka, Senin (31/8/2020). [Suara.com/Eko Susanto]

SuaraSumut.id - Dinas Pendidikan Sumut menyebut, sekitar 90 persen sekolah telah siap melakukan belajar tatap muka pada 2021.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Sumut), Lasro Marbun, dilansir dari Digtara.com--jaringan Suara.com, Jumat (1/1/2021).

"Dari laporan surat menyurat, di atas 90 persen sekolah di bawah naungan Disdik Sumut siap belajar tatap muka. Sedangkan lainnya masih proses mempersiapkan," katanya.

Namun demikian, kata Larso, itu masih dari dimensi bidang pendidikan. Ia menganggap masih harus mendengarkan pandangan dari pihak lain, seperti ahli psikologi anak, dinas kesehatan Sumut serta Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

"Awal tahun kita berencana akan melakukan tinjauan langsung bersama tim satgas Covid-19, Dinas Kesehatan Sumut dan lintas profesi seperti ahli psikologi anak, ahli epidemiologi dan lainnya," ujarnya.

Larso mengatakan, proses persiapan belajar tatap muka di sekolah sampai saat ini masih berlangsung positif. Sebelumnya, Rabu (30/12/2020), Disdik Medan telah melakukan rapat koordinasi di posko penanganan Covid-19 Sumut bersama beberapa pihak terkait.

"Kesimpulannya, masih perlu kesabaran untuk melakukan belajar tatap muka. Kalau soal kapan, itu menjadi kewenangan gubernur dengan memperhatikan keputusan pemerintahan pusat," ungkapnya.

Lasro mengatakan, belajar tatap muka harus juga mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 di Sumut. Mulai dari setiap kabupaten/kota hingga kesiapan sarana dan prasarana tiap sekolah.

Dia berharap, seluruh sekolah tetap melakukan optimalisasi persiapan belajar tatap muka. Orang tua peserta didik juga diminta untuk bersabar dan tetap tidak merasa bosan untuk mendampingi anaknya belajar.

Baca Juga: Hampir Seluruh Sekolah di Natuna Siap Kembali Belajar Tatap Muka

"Kita juga jangan lupa berdoa agar pandemi ini usai. Semoga vaksin segera terwujud untuk mengurangi penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Load More