SuaraSumut.id - Meski adanya permberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumatera Utara, namun kasus positif Covid-19 masih terus melonjak.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyebut, pihaknya akan terus melakukan penyekatan malam hari.
Berdasarkan evaluasi Satgas Covid-19 Sumut, kata Edy, risiko terpapar lebih tinggi pada malam hari.
"Jam malam yang buat terpapar lebih tinggi, karena kegiatan di malam hari banyak mengabaikan protokol kesehatan," kata Edy, Senin (25/1/2021).
Edy meminta maaf kepada pengusaha atas kebijakan yang dibuatnya tersebut.
"Saya mohon maaf kepada pengusaha kegiatan malam hari. Saya instruksikan jam 21.00 malam sudah tutup semua. Kita berhentikan," kata Edy.
Ia berharap, masyarakat ikut serta mendisiplinkan diri dalam rangka mengcegah penyebaran Covid-19.
"Sudah 20 ribu penderita di Sumut, dan 84 orang hari ini terpapar. Kemarin sempat 70 bahkan 60, ini naik lagi jadi 80, Ini berbahaya," pungkasnya.
Baca Juga: Kabar Baik, 11 Daerah di Kalbar Dapat Jatah Vaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
2.001 Pos Kamling Ditargetkan Rampung pada Juni 2026
-
Layanan Angkutan Barang Kereta Api Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Perjuangan Tim Indosat Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan Saat Banjir Landa Aceh Tamiang
-
Wujudkan Rumah Imipan Anda dengan BRI KPR
-
Kenapa Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati? Ini Alasannya