SuaraSumut.id - Kader Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) belum menyatakan sikap politik terkait arah partai yang akan tetap menjadi oposisi pemerintah atau sebaliknya bergabung dengan pemerintahan.
Meski begitu, Partai Demokrat versi KLB menyatakan bakal mempertimbangkan dan mengukur segala kemampuan partai terkait sikap politik yang akan dipilih.
"Kita belum mau menyatakan itu, yang pasti dua pilihan yakni bergabung dengan pemerintah atau menjadi oposisi. Dua pilihan, nanti baru kita ukur kemampuan kita," kata Politisi Partai Demokrat sekaligus pimpinan sidang definitif KLB, Jhonny Allen.
Menurutnya untuk menyatakan sikap partai ke depan harus melalui mekanisme partai, setelah mengukur segala potensi yang ada. Dia menilai, kepemimpinan Partai Demokrat sebelumnya tidak jelas sikap politik apakah oposisi atau pro pemerintah.
"Dari semua potensi, energi yang ada di internal partai. Baru nanti kota putuskan. Gak boleh sembarangan memutuskan, saya nggak boleh, ketua umum juga nggak boleh. Harus melalui Rapimnas," ujarnya.
Jhonny mengatakan, untuk menentukan dua pilihan itu tidak boleh terburu-buru dan tetap mengukur diri. Apalagi, lanjutnya ini berkenaan dengan sikap politik. Pertimbangan itu harus matang sebab menentukan kemaslahatan bagi partai baik di DPP hingga tingkat daerah.
"Ini bukan soal takut atau tidak takut, tapi untuk kemaslahatan partai dari Sabang sampai Merauke. Jangan hanya untuk kepentingan tertentu, apalagi hanya kepentingan pusat, daerah juga harus diperhatikan apakah mereka sudah mampu? Karena putusan DPP itu kan dari atas sampai ke bawah," ungkapnya.
Siap Rangkul Seluruh Kader Termasuk AHY
Jhonny Allen menyatakan pihaknya akan merangkul seluruh kader baik di pusat hingga daerah termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membangun Partai Demokrat. Allen menegaskan tidak akan melakukan langkah yang selama ini terjadi, berupa pemecatan atau mengganti kader yang tidak sejalan.
Baca Juga: NasDem Harapkan Kemelut Demokrat Selesai dengan Baik dan Elegan
"Saya tidak akan memecat atau menggeser saudara-saudara saya pimpinan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota yang tidak hadir karena takut, nggak ada itu. Karena apa, perasaan kami sama. Nurani yang telah tersesat selama ini, nggak bisa keluar dikit. Nanti ngomong sedikit langsung kena tegur," ujarnya.
Hal tersebut, kata Allen, mengingat kondisi yang dihadapi para kader sama dengan yang pernah dirasakan oleh kelompoknya.
"Nanti ngomong dikit langsung ken tegur. Mau di pecat atau mau diam, ya mending milih diam. Saya pun demikian," bebernya.
Selain itu, kata Allen Demokrat versi KLB siap membuka tangan dan merangkul seluruh kader untuk membesarkan partai.
"Tentulah kami akan merangkul semua kader, termasuk saudara saya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sesuai dengan semangat kita yakni menjadikan Partai Demokrat sebagai partai demokratis, terbuka dan modern," katanya.
Kontributor : Muhlis
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus
-
Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan
-
Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan
-
Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet