SuaraSumut.id - Komunitas mahasiswa musik perkusi Universitas Sumatera Utara (USU) yang dibentuk pada tahun 2008 dikenal dengan "Komunal Primitif Percussion".
Saat ini Komunal Primitif Percussion terdiri atas 22 orang personel, di antaranya Benny Sintong Pasaribu, Tambak, Pande Gopas, Nevo Kaban, Hiskia Hutabarat, Arnold Sitorus, Deni Siregar, Baktiar Sinaga, Ando Sipayung, Tondi Nababan, Tina Ginting, Karia Silalahi, Rahmat, Olo Sitohang, Jawara, Boby Damanik, Denra Tambunan, David Sidabari, Samuel Tampubolon, Fitri, Miranda Sinaga, Nia Barus dan Maria.
Komunitas yang dipelopori oleh Freddy Purba ini, awalnya hanya sebagai wadah latihan bagi mahasiswa Etnomusikologi USU yang ingin atau rindu belajar musik perkusi. Hal ini mereka lakukan karena mata kuliah dari musik perkusi ini tidak ada dalam Program Studi Etnomusikologi USU.
Hingga suatu saat ada tawaran untuk mengisi kegiatan diskusi mahasiswa antar Universitas tahun 2009 di Pendopo USU. Sejak saat itu komunitas ini semakin eksis dan semakin berkembang.
Sintong Pasaribu, anggota Komunal Primitif Percussion mengaku, sejak dibentuk komunitas ini menggarap banyak karya, seperti Bhineka, Selayang Pandang, Biring Manggis, Rampak Nusantara, Body Perkusi.
"Hingga saat ini garapan karya Komunal yang terbaru adalah "Komunitasin Aja". Karya tersebut bekerjasama dengan Wonderful Indonesia dan telah dipublikasikan di Kanal Youtube Kemenparekraf," katanya, Selasa (1/6/2021).
Karya yang dirilis pada 13 September 2020 bemiliki tujuan untuk membangkitkan semangat seluruh komunitas di nusantara untuk bersatu, berkreasi dan terus berkarya. Sehingga video dan lantunan musik yang dimainkan oleh komunitas ini dapat membangkitkan semangat seluruh komunitas diseluruh nusantara.
Lagu ini juga dibawakan dengan menyuguhkan video klip keindahan alam nusantara. Hingga saat ini (21/5), Official Music Video yang menyuguhkan video Komunal, mencapai tujuh ratus lima puluh ribu penonton.
Pencipta lagu "Komunitasin Aja" ditulis langsung oleh beberapa anggota komunitas. Selain itu, komposer dari karya lagu ini ialah Komunal Primitif Percussion dan Pandde Goppaz Aruan. Gaya musik perkusi yang unik dan alat musik yang dipadukan dari berbagai alat musik nusantara menjadi kelebihan tersendiri karena dapat dinikmati oleh setiap kalangan.
Baca Juga: Liga 1 2021/2022 Tayang di Mana Saja? Ini Jawaban PT LIB
Dalam garapan bersama Kemenparekraf ini menyuguhkan tampilan yang menarik, yang dapat dilihat dari lokasi pengambilan videonya yang dilakukan di Tangkahan, Sumatera Utara, dan juga menampilkan penari serta pemain musik perkusi yang menggunakan face painting sebagai penambah nilai seni yang menarik. Hal itu juga menjadi ciri khas dari Komunal untuk menggunakan face painting sebelum aksi panggung.
Kolaborasi dan kerjasama antar anggota Komunal Primitif Percussion patut diapresiasi, pasalnya garapan karya yang diciptakan oleh Komunal ini menjadi nilai positif dan angin segar bagi anak muda penerus bangsa Indonesia untuk melestarikan musik tradisional di Indonesia.
"Karena melalui musik perkusi, kita juga dapat mempelajari dan mengenal lebih lanjut alat musik daerah dan lantunan musik tradisional yang kaya dan patut dinikmati oleh seluruh kalangan," ujarnya.
Komunal Primitif Percussion berharap lebih dikenal masyarakat dan eksistensi musik perkusi juga dapat diterima semua kalangan sehingga popularitas dan penikmatnya terus meningkat.
"Identitas kita sebenarnya adalah kebudayaan, jadi jangan tinggalkan kebudayaan kita," tukasnya. [Oleh : Ankaa Publisher]
Berita Terkait
-
Gelar Pameran, Komunitas Djogja Dolanan Doll Usung Tema Eid Spark Around
-
Polisi Tuban Bubarkan Kopdar Komunitas di Tengah Pandemi Covid-19
-
Best 5 Oto: Agnez Mo Liburan ke Bali, Komunitas Jajal Daihatsu Rocky
-
Dapat Kesempatan Jajal Daihatsu Rocky, Ini Komentar Komunitas Otomotif
-
Kemensos Targetkan Berdayakan 2.500 KK Warga Komunitas Adat Terpencil
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Puluhan Korban Bencana Sumut Belum Ditemukan, 126 Orang Luka-luka
-
Rumah Korban Banjir Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur, Ini Harapan Warga
-
Korban Meninggal Bencana Sumut Tembus 374 Orang, Terbanyak di Tapanuli Tengah!
-
Hyundai Creta Alpha Resmi Meluncur, Segini Harganya
-
Viral Pria Bersenjata Tajam di Labuhanbatu Selatan Sandera Wanita Renta, Pelaku Ditangkap