SuaraSumut.id - Polisi menggerebek dua rumah di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), yang dijadikan gudang penyimpanan benih lobster (benur) ilegal.
Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan 125.400 ekor benur lobster jenis Pasir dan 28.050 ekor benur lobster jenis Mutiara. Benur lobster tersebut ditaksir senilai Rp 24,420 miliar. Selain itu, ada 13 orang yang ditangkap
Demikian dikatakan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany, melansir Antara, Kamis (2/12/2021).
"Rumah itu dijadikan penampungan lobster masih terhitung baru, sejak rumah itu disewa sekitar tanggal satu lalu hingga akhirnya disergap pada 30 November 2021," katanya.
Ia menduga benur lobster berasal dari luar Sumatera Selatan (Sumsel) yang ditangkarkan sebelum didistribusikan kepada calon pembeli.
"Terkait asal dan tujuan benur lobster masih dalam pengembangan. Total ada 13 orang yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.
Petugas menyita barang bukti empat lemari pendingin, 6 tedmon 2.200 liter, tedmon 1.200 liter, empat unit cooler, dua unit lemari pendingin besar. Selain itu, genset, terpal alas kolam, dan 9 unit tabung oksigen.
"Ribuan benur lobster tersebut sudah dilepasliarkan di perairan Lampung," katanya.
Mereka dipersangkakan dengan Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.
Baca Juga: BTS Tak Bisa Tampil di MAMA 2021 karena Peraturan Baru Karantina Korea Selatan
"Pidana penjara paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Berkedok Jual Ikan Hias, Polisi Amankan Benih Lobster Senilai Rp24,4 Miliar
-
Lobster Inspirasi Ilmuwan untuk Merancang Teleskop Luar Angkasa
-
Warga Kebumen Diduga Tenggelam Saat Mencari Lobster, Basarnas Lakukan Pencarian Hari ke-3
-
Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 1,5 M Digagalkan Bea Cukai Kepri
-
Ribuan Benur Lobster Dilepasliarkan di Pulau Tegal Mas
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami
-
Gasak Motor-Uang dari Rumah Warga, Maling di Deli Serdang Ditembak
-
Suami Guru di Tanjungbalai Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Terancam 9 Tahun Penjara
-
Heboh Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas