SuaraSumut.id - Harga pinang di Aceh Jaya terjun bebas dari Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Hal ini menyusul minimnya permintaan pinang dari negara tujuan ekspor.
Salah seorang penampung pinang Edi Sentosa mengatakan, harga Pinang mulai turun sejak akhir tahun 2021.
"Hharga pinang turun sejak Desember 2021 hingga saat ini," katanya, melansir Antara, Selasa (22/2/2022).
Sebelumnya harga pinang sempat tinggi, yaitu Rp 22 ribu per kilogram untuk pinang kering. Namun kini Rp 11 ribu paling tinggi.
Bahkan untuk pinang basah atau belum kering dulu di beli dengan harga Rp 18 ribu per kilogram saat ini dibeli dengan harga Rp 8 ribu per kilogram.
Ia mengatakan, buah pinang yang terkumpul akan dikirim langsung ke ke Medan. Namun jika masih kurang maka dikumpul dulu di gudang.
"Memang untuk saat ini minat dari para petani dalam menjual pinang menurun karena faktor harga yang turun. Jika kita cek harga memang hampir seluruhnya turun," jelasnya.
Ia menyampaikan untuk kenaikan harga sendiri sulit dilakukan karena semua itu tergantung persaingan eksportir. Sedangkan Aceh hingga saat ini masih satu pintu untuk menjual pinang yaitu kota medan.
"Kita masih satu pintu yaitu Medan, belum bisa kirim sendiri dari Aceh," ujarnya.
Baca Juga: Novak Djokovic Awali Musim di Dubai
Berita Terkait
-
Pinang asal Jambi Jadi Komoditi Ekspor, Punya Harga Tinggi
-
Update Harga Komoditi Karet, Pinang Kering hingga Sagu Basah di Riau
-
Diminati 16 Negara, Mentan Dorong Sarang Burung Walet Kalbar Jadi Komoditi Ekspor Unggulan
-
Pakar Harap Pemerintah Mulai perhatikan Komoditi Kayu Ulin Hingga Cendana Khas NTT
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pegadaian-SMBC Teken MoU, BRI Group Percepat Transformasi dan Daya Saing Global UMi
-
2 Terpidana TPPU dan Perbankan Masuk DPO, Pencarian Terus Dilakukan
-
Benarkah Bahlil Wajibkan Masyarakat Gunakan Motor Listrik? Ini Faktanya
-
Pemprov Sumut Targetkan Enam Desa Antikorupsi Terbentuk pada 2026
-
Detik-detik Penumpang Wanita Lompat dari Angkot Usai Ditodong Perampok Bersajam di Medan