SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution akan segera menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal ini terkait pengoperasian bus Trans Metro Deli yang sudah setahun lebih tanpa tarif atau gratis, sehingga menyebabkan penghasilan sopir angkot menurun drastis.
"Saya akan surati langsung Kemenhub. Mudah-mudahan setelah kita surati akan ada tindak lanjut dari sehingga dilakukan rapat penetapan tarif," kata Bobby, dalam keterangan yang diterima, Selasa (22/2/2022).
Bobby menjelaskan, sebenarnya tarif untuk bus Trans Metro Deli seharusnya sudah berlaku mulai awal tahun ini.
"Jika perlu dalam Minggu ini atau Minggu depan, Dishub atau saya langsung ke sana (Kemenhub) dan perwakilan dari supir juga ikut sehingga kita bisa sama-sama mendengarkan," kata Bobby.
Bobby menjelaskan, bus itu diberikan Kemenhub kepada Pemkot Medan untuk melayani masyarakat. Untuk itu, kata Bobby, apa yang menjadi keluhan para supir akan disampaikan kepada Kemenhub.
Sebelumnya, ratusan sopir angkot menggeruduk kantor Wali Kota Medan, Senin (21/2/2022). Mereka meminta BTS (Buy The Service) Bus Trans Metro Deli agar ditetapkan tarifnya.
Koordinator aksi, Israel Situmeang mengaku, BTS yang belum berbayar menimbulkan persaingan yang tidak sehat antara angkutan kota dengan bus Trans Metro Deli.
"Kami minta agar pemerintah menghentikan BTS yang belum berbayar. Target kami mereka harus berbayar agar bisa bersaing sehat dengan angkot," katanya.
Israel mengatakan, kebijakan BTS sangat merugikan sopir angkot di Medan secara material. Ada sekitar 6.000 sopir angkot yang terdampak secara omzet.
"Kerugian materi dan kerugian secara rute, koridor kami habis dibabat mereka. Kami minta BTS berbayar," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kembangkan Digitalisasi UMKM, Wujud Konkret Bobby Nasution Tunaikan Janji
-
Sopir Angkot Geruduk Kantor Wali Kota Medan, Minta Penetapan Tarif Bus Trans Metro Deli
-
Masa Depan UMKM Medan Cemerlang di Bawah Kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution
-
Dear Warga Medan, Naik Bus Trans Metro Deli Masih Gratis Lho
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit