SuaraSumut.id - Harga pupuk non subsidi di Nagan Raya, Aceh, mencapai Rp 1 juta per sak isi 50 kilogram. Polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan untuk menindaklanjuti keluhan dari petani akibat mahalnya harga jual pupuk non subsidi di masyarakat," kata Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Machfud, melansir Antara, Minggu (17/4/2022).
Berdasarkan informasi yang diterima, kata Machfud, harga pupuk non subsidi jenis NPK biasanya dijual Rp 500 ribuan per sak kini dijual Rp 1 juta per sak.
Pupuk jenis KCL dijual Rp 850 ribuan hingga Rp1 juta per sak. Padahal sebelumnya dijual Rp 400 ribuan hingga Rp 500 ribuan.
Pupuk urea non subsidi dijual Rp 800 ribuan hingga Rp 1 juta per sak, dari harga biasanya Rp Rp 300 ribuan hingga Rp 400 ribuan per sak.
"Jika nantinya ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan dalam penjualan pupuk non subsidi, petugas tidak akan segan-segan mengambil upaya hukum," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelidikan yang dilakukan guna memastikan apakah alokasi pupuk non subsidi untuk petani diduga dialihkan ke lokasi atau peruntukan lainnya.
"Jika nantinya ditemukan adanya penyimpangan, kami meminta kepada pihak terkait agar mencabut izin penjualan pupuk kepada pedagang, hingga perkara yang kami tangani memiliki kekuatan hukum tetap," tukasnya.
Baca Juga: Surat Keberatan dari Satriyo Yudi Wahono atau Piyu Terhadap Pemberitaan Suarajawatengah.id
Berita Terkait
-
Kelompok 40 KKN-T MBKM Kembangkan Teknologi Tepat Guna Pupuk Organik Cair dari Kotoran Sapi
-
Pupuk Toleransi, Biarawati Kunjungi Pasar Ramadhan Kampung Samirono
-
Stok Pupuk Subsidi 828.393 Ton, Cukup untuk 4 Pekan ke Depan
-
Pabrik Soda Ash Pupuk Kaltim Ditaksir Serap 2 Ribu Tenaga Kerja: Mengurangi Angka Pengangguran
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
OYO Laporkan Pengelola Hotel ke Polda Sumut, Diduga Langgar Perjanjian dan Ganggu Operasional
-
Ar Rasyid Bakhtiar Sibarani Raih Perunggu pada Ajang Inovasi Tingkat Dunia di Thailand
-
Jaga Konektivitas Warga di Huntara, Telkomsel Perkuat Akses Internet
-
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Meulaboh, Dua Unit Kendaraan Diamankan
-
Link DANA Kaget Gratis Siang Ini Gacor Habis, Sikat Sebelum Kehabisan