Suhardiman
Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:53 WIB
Ilustrasi mayat (Envato)

SuaraSumut.id - Seorang pria warga negara asing (WNA) asal China, Dong Bo (51) ditemukan tewas di mess Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) PT Nusantara Hidrotama di Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.

"Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidur terlentang di atas tempat tidur dan tubuh ditutupi selimut serta badan terlilit kabel pada Senin 9 Oktober 2023," kata Kasi Humas Polres Taput Ipda B Gultom ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Selasa (10/10/2023).

Mengetahui adanya WNA China yang meninggal dunia, tim identifikasi langsung meluncur ke lokasi. Hasil olah TKP, pada bagian dada korban ditemukan kabel listrik terlilit hingga ke bagian bokong. Kabel listrik itu tercolok ke stop kontak dan kabel tersebut ada terkelupas.

"Saat di periksa tim identifikasi, di dada dekat leher korban ada luka bakar mirip sengatan listrik serta di bagian pinggul pantat," ujarnya.

B Gultom melanjutkan di sekitar lokasi mayat korban tidak ada ditemukan benda mencurigakan seperti senjata tajam maupun benda tumpul.

"Terkait dengan hal tersebut, Polres Taput sudah memeriksa 9 orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut serta pihak menager perusahaan," ungkapnya.

Selain itu jenazah korban juga diautopsi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut guna memastikan penyebab kematiannya.

"Untuk urusan selanjutnya tentang jezazah korban, pihak PT NH sudah berkordinasi dengan konsulat China di Medan serta sudah berkomunikasi dengan keluarganya di China," katanya.

Korban datang dari China ke Sumut untuk Kerja

Baca Juga: Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Jessica Wongso, Adab Baim Wong Tuai Pro Kontra

Lebih lanjut, B Gultom menjelaskan korban datang dari China ke Taput Sumut untuk bekerja di PT Nusantara Hidrotama.

"Keterangan dari pihak manajer perusahaan yang kita peroleh dalam pemeriksaan bahwa (status) korban belum karyawan PT Nusantara Hidrotama," ungkapnya.

"Korban datang dari negara asalnya China ke PT Nusantara Hidrotama, melamar melalui aplikasi yang dibuat oleh perusahaan di negaranya," sambungnya.

Setelah korban mendaftar lewat aplikasi, kata B Gultom, lalu pihak perusahaan menyarankan untuk melakukan survei lokasi terlebih dahulu untuk diketahui apakah pekerjaan tersebut cocok atau tidak buat korban.

"Jadinya kehadiran korban masih hanya sebatas survei belum menjadi karyawan," imbuhnya.

Korban tiba di Onan Hasang Pahae Julu Taput, pada Sabtu 7 Oktober 2023. Hal tersebut juga dikuatkan dengan pasport korban yang ada.

Load More