SuaraSumut.id - Calon Gubernur Sumut Bobby Nasution menilai terjadi perubahan masif di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut), khususnya jalan menuju Kecamatan Bahorok.
Bobby mengatakan bahwa tahun lalu butuh waktu sekitar 2 jam dari Medan sampai Kecamatan Stabat. Namun, kini perjalanan tersebut memakan waktu sampai 3 jam.
Hal itu dikatakan menantu Joko Widodo (Jokowi) ini pada acara deklarasi tim pemenangan Bobby-Surya di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
"Kemarin saya datang ke Bahorok, terakhir saya datang tahun lalu. Kemarin saya datang sama Bang Ondim untuk ketemu sama masyarakat Bahorok," kata Bobby.
Perubahan yang dimaksud suami Kahiyang Ayu ini adalah jalanan yang kerusakannya semakin parah.
"Perubahannya sudah sangat massif sekali di Kabupaten Langkat, khususnya di Bahorok. Perubahannya, yang dulu saya bisa nempuh jarak dari Medan ke Bahohorok mungkin 2 jam, rupanya sekarang 2 jam setengah bahkan hampir 3 jam. Rupanya perubah yang terjadi bukan lebih bagus, tapi jalannya yang rusak," ujar Bobby.
Sambil melempar canda ke masyarakat, Bobby mengaku badannya bergetar saat melintasi jalan tersebut. Sebab, kondisi jalan yang rusak parah. Bobby juga mengaku badannya seperti dikusuk-kusuk.
"Bergetar sana bergetar sini, macam dikusuk-kusuk ya, Bu, kalau lagi sakit pinggang enak naik kendaraan disini," canda Bobby.
Bobby mengatakan pembangunan daerah harus dilakukan dengan cara berkolaborasi serta koordinasi yang kuat antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat.
Saat ini perhatian pemerintah pusat terhadap Pemprov Sumut sudah sangat besar. Hal itu harus dapat juga mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Sumut.
"Pembangunan ini, kalau kita sekolah dari SD, SMP, SMA. Pemerintah juga sama, ada kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Hari ini sudah bisa kita lihat, contohnya pembangunan jalan tol dari Medan ke Langkat ini sudah bisa kita rasakan, namun keberlanjutan pembangunannya dari provinsi ini harusnya bisa lebih baik lagi," ucap Bobby.
"Masalah infrastruktur yang ada di Sumut ini sudah sangat memperihatinkan, sudah menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita ingin masalah infrastruktur ini bisa cepat diselesaikan dengan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabubapen/kota yang ada di dalamnya," sambung Bobby.
Sebelumnya, Bobby Nasution telah melakukan kampanyenya di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, pada Selasa, 15 Okober 2024. Di lokasi, dilakukan juga deklarasi komitmen para relawan untuk memenangkan pasangan Bobby-Surya.
Tag
Berita Terkait
-
PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas
-
Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia
-
Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya
-
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN
-
Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
-
Hujan Deras Picu Banjir di Binjai dan Langkat, Ribuan Warga Terdampak
-
Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita
-
PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?
-
Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah ke Polda Metro Jaya