SuaraSumut.id - Ketua Youth Toba Geopark UNESCO, Gito Pardede, menyatakan dukungannya terhadap sikap konsisten Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam mengkritik keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan di kawasan Tapanuli.
Gito menegaskan bahwa keberadaan TPL telah lama menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas lingkungan dan gereja.
"Kita mendukung sikap HKBP dalam menyuarakan keadilan bagi masyarakat adat dan lingkungan. TPL harus bertanggung jawab atas dampak operasionalnya," kata Gito dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/3/2025).
Gito mengatakan bahwa kawasan Geopark Kaldera Toba yang seharusnya menjadi pusat konservasi dan pariwisata berbasis keberlanjutan, justru terancam oleh eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.
Menurut Gito, kritik yang disampaikan HKBP bukan semata-mata persoalan agama, tetapi juga menyangkut hak hidup masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan.
HKBP sendiri telah berulang kali menyuarakan penolakan terhadap aktivitas TPL yang dianggap merampas tanah ulayat dan merusak hutan di wilayah Tapanuli.
Sikap gereja ini semakin mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis lingkungan dan organisasi kepemudaan seperti Youth Toba Geopark.
"Dukungan ini bukan sekadar solidaritas, tetapi juga panggilan moral bagi semua pihak untuk menjaga ekosistem Danau Toba sebagai warisan dunia. Kami berharap pemerintah turut mengambil sikap tegas dalam menyikapi persoalan ini," ujar Gito.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk melihat sikap HKBP ini bukan sikap politis, ini adalah sikap gereja dalam menjaga keutuhan ciptaan, hal ini mencakup lingkungan dan mata pencaharian masyarakat, jika Opung Emeritus Robinson Butar Butar menolak aktivitas tambang di Dairi, sikap Opung Viktor Tinambunan sudah sangat tepat mengkritik TPL," sambung Gito.
Sejauh ini pihak PT TPL belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Namun, desakan terhadap evaluasi izin usaha dan kebijakan lingkungan perusahaan semakin menguat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian kawasan Geopark Kaldera Toba.
Berita Terkait
-
KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah
-
KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar
-
Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak
-
Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK
-
Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan
-
BRImo Ramaikan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung
-
Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Baterai 6.000 mAh, Fitur AI dan Update 6 Tahun
-
7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia