SuaraSumut.id - Sepeda motor antik merupakan sepeda motor yang berusia tua, biasanya diproduksi sebelum era modern (umumnya sebelum 1980-an atau 1990-an, tergantung definisi), dan memiliki nilai historis, budaya, atau koleksi yang tinggi.
Dalam konteks otomotif, sepeda motor antik sering dikaitkan dengan desain klasik, teknologi sederhana (seperti mesin 2 tak atau 4 tak awal), dan keunikan produksi yang membuatnya langka atau ikonik.
Berikut adalah lima motor 2 tak legendaris yang kini menjadi incaran para kolektor otomotif, berdasarkan reputasi, sejarah, dan nilai koleksi mereka di kalangan penggemar:
- Kawasaki H1 Mach III (1969)
Dikenal sebagai "Widowmaker" karena akselerasinya yang brutal, motor ini ditenagai mesin 498cc 3 silinder 2 tak yang menghasilkan 60 hp.
Kecepatan maksimumnya mencapai 115 mph, menjadikannya salah satu motor tercepat pada masanya.
Mengapa Diburu? Performa ekstrem, julukan legendaris, dan desain klasik membuatnya ikonik.
H1 Mach III menetapkan standar baru untuk akselerasi pada era 1970-an.
- Yamaha RD350 (1973-1975)
Motor ini menggunakan mesin 350cc 2 silinder 2 tak yang menghasilkan sekitar 39 hp (versi pasar tertentu lebih bertenaga). RD350 terkenal karena performa lincah dan kemampuan modifikasi, seperti konversi ke 400cc.
Simbol dominasi Yamaha di pasar 2 tak, RD350 memiliki pengikut setia karena performa dan gaya café racer-nya.
- Suzuki RG500 Gamma (1985-1987)
Replika motor balap GP500, RG500 ditenagai mesin 498cc square-four 2 tak yang menghasilkan 83 hp dan bobot hanya 386 lbs. Motor ini menawarkan pengalaman balap di jalan raya.
Desain GP-alike, performa tinggi, dan teknologi canggih seperti suspensi POSI-DAMP menjadikannya ikon era 1980-an.
- Bimota V Due (1997-2001)
Motor ini menggunakan mesin 500cc V-twin 2 tak buatan Bimota, menghasilkan sekitar 110 hp. Hanya 120 unit Evoluzione yang dijual, menjadikannya sangat langka.
Eksklusivitas, desain eksotis, dan statusnya sebagai satu-satunya motor 2 tak produksi Bimota membuatnya incaran kolektor.
Berita Terkait
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Memburu Rahasia Kuno: Ketegangan Tanpa Henti dalam Sang Kolektor
-
Intip Legenda Yamaha RX 350 si Pembantai Moge, RX King Sungkem Dulu
-
10 Perbedaan Motor 2 Tak dan 4 Tak yang Wajib Kamu Ketahui
-
Trio Motor 2 Tak Legendaris yang Mudah Dirawat: Dikoleksi Oke, Dijual Mahal pun Laku!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
Ceria Anak Panti Sambut Kedatangan Jajaran Imigrasi Sumut
-
Semarak HUT ke-81 RI, Bandara Kualanamu Gelar Kegiatan Kemerdekaan hingga Simfoni Nusantara
-
Sadis! Mayat Sopir Taksi Online Terkapar di Kebun Tebu Deli Serdang, Polisi Selidiki
-
BSI Region Medan Catat Pertumbuhan Tabungan Emas 444 Persen