SuaraSumut.id - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kurang tidur menjadi masalah umum bagi banyak orang. Entah karena pekerjaan, tugas sekolah, hingga aktivitas sosial yang padat, waktu tidur kerap jadi korban.
Padahal, para ahli kesehatan menyarankan orang dewasa untuk tidur 7-9 jam setiap malam demi menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kurangnya waktu tidur tak hanya membuat tubuh terasa lemas, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, bahkan gangguan suasana hati. Lalu, bagaimana jika terpaksa kurang tidur, tapi tetap harus aktif dan fokus sepanjang hari?
Tenang, artikel ini membahas empat cara alami untuk tetap bertenaga meskipun kurang tidur, tanpa bergantung pada kafein berlebih atau suplemen energi.
1. Gerakkan Tubuh dengan Aktivitas Fisik Ringan
Meskipun tubuh terasa lelah, justru bergerak bisa membantu melawan rasa kantuk. Aktivitas fisik ringan seperti stretching, jalan kaki singkat, atau naik-turun tangga memicu peredaran darah lebih lancar dan merangsang pelepasan endorfin, hormon yang meningkatkan suasana hati.
Kamu tidak perlu olahraga berat. Cukup 5-10 menit aktivitas fisik ringan bisa membuat tubuh lebih segar dan siap menghadapi hari.
2. Jemur Diri di Bawah Sinar Matahari Pagi
Paparan sinar matahari, terutama di pagi hari, sangat efektif dalam mengaktifkan kembali tubuh yang masih terasa ‘setengah tidur’. Menurut Ehsani, cahaya alami membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur waktu tidur dan bangun.
Selain itu, sinar matahari juga meningkatkan produksi serotonin, hormon yang membuat kamu merasa lebih bahagia dan berenergi. Coba habiskan 10-15 menit di luar ruangan, misalnya saat sarapan atau berjalan kaki menuju kantor atau halte transportasi umum.
3. Manfaatkan Tidur Siang Singkat (Power Nap)
Jika ada waktu, tidur siang selama 10–20 menit dapat menjadi solusi instan untuk mengisi ulang energi. Penelitian menunjukkan bahwa tidur siang pendek mampu meningkatkan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, dan menyegarkan pikiran.
Hindari tidur lebih dari 30 menit karena bisa menyebabkan pusing saat bangun. Sebaiknya tidur siang dilakukan sebelum pukul 3 sore agar tidak mengganggu tidur malam.
4. Perbanyak Minum Air
Salah satu penyebab rasa lelah dan tidak fokus saat kurang tidur bisa jadi adalah dehidrasi ringan. Roxana Ehsani, RD, CSSD, seorang ahli gizi, menyebutkan bahwa kehilangan cairan sebanyak 2 persen saja sudah bisa menurunkan fungsi kognitif dan performa fisik.
Berita Terkait
-
Pentingnya Mengurai Benang Kusut Pikiran lewat Journaling
-
Kenapa Makanan Fermentasi Bagus untuk Kulit? Ini Penjelasannya
-
Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan
-
Feng Shui Kamar Tidur Suami Istri agar Harmonis, Begini Aturan dan Tipsnya
-
Waspada Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Terminal Kalideres Sediakan Dokter dan Obat Gratis
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas
-
Tumbangkan Banda Aceh, SKO Riau Wakili Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Bubur Cirebon Tembus Taipei, Kisah Tati Purwanti Bertumbuh Bersama BRI
-
Mazda Hadirkan The All-New CX-5 Kuro Edition di Medan
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Strombolian, Status Level III Masih Berlaku