SuaraSumut.id - Tantrum pada anak merupakan hal yang umum terjadi, salah satunya ketika anak tidak mau berhenti mandi. Banyak orang tua sering kali dibuat kewalahan menghadapi situasi ini.
Menurut psikolog klinis dan keluarga Pritta Tyas, M.Psi, ada cara efektif untuk mengurangi anak tantrum karena enggan mengakhiri waktu mandi.
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab anak tantrum tidak mau berhenti saat mandi adalah instruksi orang tua yang tidak spesifik. Instruksi yang diberikan kerap terdengar sepihak sehingga menimbulkan perdebatan.
"Karena anak itu kalau cuma dibilang mandinya jangan lama-lama ya, otaknya nggak bisa memahami, jangan lama-lama tuh berapa lama," kata Pritta, melansir Antara, Senin 21 Juli 2025.
Ia mengataan orang tua perlu membuat kesepakatan awal tentang durasi mandi sebelum anak masuk ke kamar mandi.
Misalnya, orang tua bisa memberitahu anak batasan mandi pagi maksimal 10 menit dan memberi gambaran bahwa setelah mandi, dia harus memakai baju, sarapan, lalu berangkat sekolah. Aturan waktu mandi anak bisa disesuaikan dengan kondisi harian.
"Intinya caranya adalah melihat dari sudut pandang anak, bukan pandangan kita (orang tua) yang inginnya serba cepat," ujar Pritta.
Gunakan Timer untuk Membantu Anak Mengatur Waktu Mandi
Agar kesepakatan waktu mandi lebih efektif, orang tua dapat menggunakan alat bantu seperti timer atau pengingat waktu.
Dirinya menyarankan agar anak dilibatkan dalam mengatur timer sendiri agar merasa memiliki dan
menentukan durasi mandi supaya dia merasa kontrol dan tanggung jawab ada pada diri sendiri.
"Kalau kita (orang tua) yang pasang timer, dia pasti merasa kontrolnya ada pada orang tua," ungkap Pritta.
Fokus pada Hal Menarik Setelah Mandi
Selain penggunaan timer, orang tua bisa memberi tahu anak tentang hal-hal menarik yang bisa dilakukan setelah mandi, misalnya bermain atau menonton film.
Libatkan Anak dalam Pembuatan Kesepakatan
Pritta mengingatkan bahwa kesepakatan yang dibuat harus konkret. Penting untuk mengajak anak turut andil dalam dalam membuat kesepakatan tersebut.
Berita Terkait
-
Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
-
Ciri-Ciri Pelaku Grooming Menurut Psikolog, Dikaitkan dengan Sosok Bobby di Memoar Broken Strings
-
Kenapa Pelaku Child Grooming Sering Denial? Psikolog Anak Ungkap 10 Pola Pikir Ini
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Layanan Pegadaian Hadir di Mandrehe Nias Barat
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini