SuaraSumut.id - Kerusuhan kembali pecah di wilayah konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL), tepatnya di Sektor Habinsaran, Dusun 4 Natinggir, Desa Simare Desa, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Sumatra Utara (Sumut). Peristiwa yang terjadi pada Kamis (7/8/2025) itu menyebabkan belasan warga dan pekerja mengalami luka-luka.
Berikut 5 fakta penting dari peristiwa kerusuhan di konsesi PT TPL Toba yang menjadi perhatian publik dan aparat kepolisian.
1. Kerusuhan Dipicu Aksi Penghadangan Warga
Menurut informasi yang diterima, kerusuhan bermula dari aksi penghadangan yang dilakukan puluhan warga terhadap kegiatan operasional perusahaan di wilayah konsesi PT Toba Pulp Lestari.
Aksi ini berlangsung panas dan akhirnya berujung bentrok fisik yang menyebabkan korban luka dari kedua belah pihak. Perusahaan menyebutkan bahwa aksi ini mengganggu aktivitas perusahaan yang tengah berlangsung secara legal di wilayah konsesi mereka.
2. Belasan Orang Terluka, Termasuk Tokoh Masyarakat
Akibat kericuhan tersebut, sedikitnya tiga orang dari pihak perusahaan mengalami luka-luka. Mereka adalah Renhard Sitorus (petugas keamanan), Aldi Gea (pekerja mitra dari PT RBN), dan Prima Sihombing (karyawan TPL).
Bahkan, seorang tokoh masyarakat dari Dusun 3 Desa Simare, Robinson Hutapea, juga menjadi korban pemukulan saat mencoba menenangkan massa. Seluruh korban telah mendapat penanganan medis di rumah sakit terdekat.
3. Polisi Minta Warga dan Perusahaan Tahan Diri
Kasi Humas Polres Toba, AKP Bungaran Samosir, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan kerusuhan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan lebih lanjut.
“Kami mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak terprovokasi dan menahan diri. Semua proses hukum akan kami jalankan sesuai prosedur,” ujar Bungaran, Jumat (8/8/2025).
Ia juga menegaskan bahwa keamanan di sekitar lokasi kejadian telah diperketat untuk menghindari bentrokan susulan.
4. Camat Borbor Ajak Warga Serahkan Kasus ke Polisi
Camat Borbor, James Pasaribu, turut menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi. Ia mengatakan sejumlah warga juga mengalami luka dan telah mendapat perawatan medis.
“Kami meminta masyarakat untuk menyerahkan proses ini sepenuhnya kepada pihak berwenang agar keamanan desa tetap terjaga,” ujar James.
Berita Terkait
-
Belfast Membara! Kerusuhan Anti-Imigran Meledak, Rumah dan Bus Dibakar Massa
-
Keluarga Muslim Lindungi Tetangga Tionghoa saat Tragedi 98, Dihadiahi Tanah 13 Tahun Kemudian
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Kecelakaan Mobil vs Truk di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terungkap
-
DPM Salurkan Bantuan Tas Sekolah bagi 132 Siswa Berprestasi
-
Viral Emak-emak Gerebek Pondok Narkoba di Labuhanbatu
-
Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya di Langkat