- Suporter PSMS Medan sering menyebabkan klub mendapat sanksi dari PSSI.
- Presiden klub mengajak suporter mendukung dengan tertib dan bijak.
- Sanksi terbaru berupa laga tanpa penonton dan denda Rp 15 juta.
SuaraSumut.id - Ulah suporter membuat PSMS Medan sering mendapatkan sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengajak seluruh suporter lebih bijak memberikan dukungan agar tidak merugikan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
"Sanksi ini harus jadi pembelajaran untuk semuanya. Kita perlu introspeksi, belajar lebih dewasa dan bijak bertindak. Protes boleh, tapi jangan sampai berlebihan hingga mengarah ke tindakan yang merugikan tim," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa 18 November 2025.
Fendi memastikan bahwa klub akan berkoordinasi dengan seluruh elemen untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi perhatian Komdis, demi kenyamanan laga ke depan.
"Kami percaya suporter PSMS adalah pendukung setia yang mencintai klubnya. Mari kita buktikan dengan dukungan yang tertib dan penuh semangat sportivitas," ujarnya.
Hingga saat ini PSMS Medan telah menerima 11 sanksi dengan mayoritas pelanggaran karena suporter. Total denda yang dibayar PSMS mencapai Rp 212.500.000.
Sanksi terbaru yang diterima adalah hukuman melaksanakan tanding tanpa penonton dan denda Rp 15 juta. Hal ini disebabkan karena adanya pelanggaran yang dilakukan saat melawan Garudayaksa FC.
"Jenis pelanggaran: Adanya suporter PSMS Medan menyanyikan yel-yel bernada provokatif dan menghina kepada Tim Garudayaksa FC dan perangkat pertandingan, terjadi pelemparan air minuman kemasan ke arah lapangan, perangkat pertandingan dan Tim Garudayaksa FC serta terdapat beberapa suporter PSMS Medan memasuki area lapangan pertandingan," isi putusan Komdis PSSI.
"Keputusan: dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 1 pertandingan saat menjadi tuan rumah, denda Rp. 15.000.000," tulisnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?
-
OJK Denda 136 Pihak Sebesar Rp112,79 Miliar, Ada Apa dengan Pasar Modal RI?
-
Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana
-
Skandal Sepak Bola Gajah 1998: Luka Lama Timnas Indonesia Jelang Final Lawan Thailand
-
Apakah Polisi Boleh Punya Tato? Ini Aturan Tegas dan Sanksinya
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik
-
Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan
-
Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki
-
KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban
-
BRI Siapkan 41 Insan Jadi Penyuluh Antikorupsi Melalui PELOPOR 2026