- Transaksi belanja online yang meningkat mendorong kenaikan kasus penipuan berkedok layanan pengiriman.
- Laporan resmi mencatat ribuan aduan terkait phishing, situs tiruan, dan QR code penarikan dana.
- Masyarakat perlu mengecek informasi, bersikap curiga, dan membatalkan interaksi yang meragukan.
SuaraSumut.id - Seiring meningkatnya transaksi belanja online, risiko kejahatan siber seperti phishing, penipuan pengiriman paket, dan rekayasa sosial (social engineering) ikut meningkat.
Kondisi ini menuntut perusahaan logistik untuk mengambil peran lebih aktif dalam meningkatkan kesadaran publik, terutama terkait perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi.
Laporan terbaru Patroli Siber Polri mencatat lebih dari 14.000 aduan penipuan online yang melibatkan berbagai modus berkedok layanan pengiriman.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk menerapkan tiga langkah sederhana dalam menghadapi potensi penipuan digital:
- Cek: Selalu periksa kembali kebenaran informasi, link, atau informasi yang diterima dalam bentuk
apapun.
- Curiga: Waspada terhadap detail yang mencurigakan, terutama permintaan data pribadi atau permintaan transfer sejumlah dana.
Wajib curiga jika detail resi tidak sesuai pesanan atau merasa tidak pernah memesan
paket tersebut.
- Cancel: Hentikan interaksi, abaikan, dan jangan klik link atau memberikan data jika merasa ragu
atau curiga.
Modus Penipuan yang Sering Mengatasnamakan Pengiriman Paket
Dalam berbagai laporan masyarakat, muncul sejumlah pola penipuan yang sering berulang:
1. Pesan Palsu melalui WhatsApp atau SMS
Penipu mengirimkan pemberitahuan palsu terkait pengiriman paket yang dikirim langsung ke nomor
WhatsApp konsumen atau SMS. Pesan sering menyertakan link phishing yang mengarahkan korban ke situs palsu.
2. Website Tiruan
Modus ini menggunakan wesite tiruan yang menipu korban untuk melakukan transaksi seolah di kanal resmi perusahaan.
3. QR Code Penarikan Dana
Korban diminta memindai QR yang disebut sebagai biaya tambahan atau pengembalian dana. Faktanya, QR tersebut justru menarik dana korban apabila dilakukan scan.
Dengan meningkatnya kecanggihan teknik penipuan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang datang secara tiba-tiba.
Berita Terkait
-
Waspada Modus Penipuan Meniru Petugas Pajak, Ini 6 Cirinya!
-
5 Modus Penipuan Sales yang Wajib Tahu Sebelum Beli Mobil Baru, Waspada Prank
-
Ciri-ciri Phishing dan Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online
-
Dilema WNI Bermasalah di Kamboja, Korban Perdagangan Orang atau Operator Penipuan?
-
Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI Terkait Kasus Fraud Rp2,4 Triliun
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Sambut Ramadan 2026, PTPN Adolina Patroli dan Berbagi Paket Sembako untuk Warga
-
Antusiasnya Warga Lhokseumawe Berburu Daging Meugang
-
5 Buah Terbaik yang Cocok untuk Buka Puasa, Bikin Energi Cepat Pulih
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Medan, Cek di Sini!
-
Harga Emas Galeri24 dan UBS Hari Ini 18 Februari 2026