- Telkomsel memberikan penyesuaian tagihan dan kompensasi bagi pelanggan terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
- Penyesuaian tagihan berlaku untuk pemakaian bulan November dan diproses otomatis, pelanggan dapat mengabaikan notifikasi tagihan.
- Telkomsel berupaya memulihkan layanan dengan perangkat darurat dan berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait.
SuaraSumut.id - Telkomsel melakukan penyesuaian tagihan (adjustment billing) dan kompensasi bagi pelanggan IndiHome dan Telkomsel HALO yang terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
Penyesuaian ini berlaku untuk tagihan bulan Desember (pemakaian November) dan diproses secara otomatis sesuai kebijakan perusahaan.
Untuk itu, sehubungan dengan adanya SMS pemberitahuan tagihan yang diterima pelanggan, Telkomsel menegaskan bahwa pelanggan di wilayah terdampak bencana dapat mengabaikan notifikasi tersebut.
"Penyesuaian tagihan telah dan sedang diproses sesuai kebijakan yang berlaku" kata VP Corporate Communications and Social Responsibility, Abdullah Fahmi, Minggu 14 Desember 2025.
Sejak awal musibah, kata Abdullah Fahmi, Telkomsel telah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan layanan telekomunikasi dan internet dengan mengoperasikan genset tambahan, compact mobile BTS, serta perangkat konektivitas darurat lainnya.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan akses dan infrastruktur serta pasokan catu daya yang terbatas.
Koordinasi intensif dengan Kemkomdigi, pemerintah daerah, PLN, Basarnas, dan aparat terkait terus dilakukan agar seluruh lokasi dapat kembali pulih sepenuhnya.
"Kami memahami sepenuhnya kondisi darurat yang dihadapi pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan. Telkomsel berkomitmen untuk terus hadir mendampingi pelanggan melalui langkah-langkah pemulihan layanan serta dukungan berkelanjutan selama masa tanggap darurat dan pascabencana," katanya.
Berita Terkait
-
Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M
-
Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi
-
Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk
-
Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang
-
0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
2 Pembunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ternyata Buruh Bangunan, Pernah Kerja di Rumah Korban
-
Eks Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Massa Pemulung Nilai PT DPM Tak Hormati Proses Hukum
-
Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic
-
2 Pelaku Perampokan-Pembunuhan Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ditangkap