- Pemerintah pusat mengirim bantuan logistik menggunakan helikopter ke Sikundo karena akses jalan terputus total akibat banjir bandang.
- Bantuan yang didistribusikan berupa beras, sembako, dan satu unit mesin genset kepada warga terisolir.
- Sekitar 40 KK di Komunitas Adat Terpencil Sikundo terisolasi parah selama hampir sepekan akibat kerusakan jalan dan jembatan.
SuaraSumut.id - Pemerintah pusat mengirimkan bantuan logistik makanan dan bahan pokok kepada masyarakat masyarakat Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, menggunakan helikopter. Hal ini dikarenakan jalan masih terputus.
“Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan,” kata Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal di Aceh Barat, melansir Antara, Jumat, 2 Januari 2026..
Bantuan yang didistribusikan berupa bantuan 125 kilogram beras, sembako Kit BNPB 15 kotak, serta satu unit mesin genset.
Sebelumnya, Pemkab Aceh Barat juga telah mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat di kawasan Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang terisolir akibat banjir bandang.
Bupati Aceh Barat Tarmizi menyebut ada 40 kepala keluarga (KK) warga di kawasan pedalaman di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat hingga saat ini masih terisolir pasca terjangan banjir bandang.
“Kondisi masyarakat komunitas adat terpencil Sikundo saat ini sangat memprihatinkan, mereka tidak bisa keluar dari desa karena akses jalan rusak parah dan telah berubah menjadi aliran sungai,” ujar Tarmizi.
Tarmizi mengatakan masyarakat kawasan tersebut hampir sepekan terisolasi, setelah jalan sepanjang lima kilometer hancur akibat banjir bandang.
“Badan jalan yang ada sudah menjadi sungai dan jembatan penghubung juga terputus, masyarakat disana benar-benar terisolir dari dunia luar,” ucap Tarmizi.
Jika ingin keluar dari desa, kata Tarmizi, hanya kepala desa dan dua masyarakat saja yang berani keluar menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer.
Selain berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir karena semua akses ke kawasan komunitas adat terpencil Sikundo saat ini benar-benar putus total.
Selain itu, seratusan jiwa masyarakat di kawasan pedalaman dan terpencil tersebut saat ini juga kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan, karena tidak lagi memiliki stok makanan yang memadai.
Satu unit jembatan gantung yang dulu dibangun setelah viral nya anak-anak sekolah menyeberangi sungai lewat kabel baja pada masa Pj Gubernur Nova Iriansyah pada tahun 2019 lalu, kini telah hanyut terbawa banjir.
“Saat ini, untuk menyeberangi sungai, tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu,” kata Tarmizi.
Tarmizi mengatakan akses menuju ke Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat harus dilalui dengan menerobos hutan menuju Sikundo menggunakan mobil 4x4, dikemudikan oleh sopir off-road yang andal.
Tag
Berita Terkait
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT
-
Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor
-
Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba
-
Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku
-
Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit
-
Enam Penghargaan Internasional Diraih BRI Group, Kinerja hingga Transformasi Jadi Sorotan
-
Transaksi Qlola Capai Rp8.799 Triliun, BRI Perkenalkan Tampilan Baru