- Pemprov Sumut menjamin stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan melalui Program Jaskop karena stok pangan dipastikan surplus.
- Sumatera Utara mengalami surplus beras signifikan 520 ribu ton dan menjadi penyuplai beras bagi provinsi lain.
- Intervensi dilakukan pada kawasan unggulan komoditas serta pemulihan 31.123 hektare lahan terdampak bencana hidrometeorologi.
SuaraSumut.id - Pemprov Sumut memastikan harga bahan pokok dalam kondisi stabil menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Berbagai intervensi telah dilakukan lewat Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop).
"Stok pangan kita sekarang surplus. Sehingga menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, kita pastikan kondisinya terjaga dan harga bahan pokok bisa stabil," kata Plt Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut Timur Tumanggor, melansir Antara, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia mengatakan sepanjang tahun lalu wilayah Sumatera Utara mengalami surplus beras dengan produksi sekitar 2,22 juta ton lebih. Sedangkan kebutuhan beras masyarakat Sumut sekitar 1,7 juta ton per tahun, sehingga terjadi surplus sekitar 520 ribu ton.
"Kondisi ini juga menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah penyuplai beras bagi provinsi lain," ujar Timur.
Sejumlah komoditas pangan juga mengalami surplus, di antaranya cabai merah sebesar 134 ribu ton, jagung 135 ribu ton, dan cabai rawit 65 ribu ton.
Namun demikian, Timur mengakui harga cabai merah masih berpotensi berfluktuasi karena sebagian yang diproduksi dijual ke provinsi lain dengan harga lebih tinggi.
"Untuk harga cabai merah, terkadang berfluktuasi karena cabai dijual ke provinsi lain dengan harga lebih tinggi. Makanya kita lakukan intervensi saat panen guna menjaga stok dan harga terkendali," katanya.
Pemprov Sumut juga melakukan intervensi melalui pengembangan kawasan unggulan tanaman padi lima kabupaten/kota di Sumut, di antaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Asahan. Sementara untuk kawasan unggulan cabai merah dikembangkan pada dua kabupaten di Sumatera Utara, yakni Karo dan Batu Bara.
"Kawasan ini kita intervensi mulai dari alsintan (alat dan mesin pertanian), pupuk, dan juga bibitnya agar produksi kita tetap bisa surplus," ujar Timur.
Pihaknya juga sigap menjaga produksi dengan melakukan pemulihan lahan pascabencana, terutama di daerah terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Berdasarkan data, terdapat 31.123 hektare lahan pertanian di Sumut terdampak bencana terdiri atas rusak ringan sekitar 22 ribu hektare, rusak sedang 4.500 hektare, dan rusak berat 4.560 hektare.
"Di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, ada 94 hektare lahan rusak, dan langsung kita intervensi. Kita sudah melakukan penanaman kembali dan bibitnya kita berikan," katanya.
Berita Terkait
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
-
Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Asia Dihadiahi Rumah hingga Beasiswa oleh Gubernur Bobby
-
Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai
-
Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Suami
-
Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Catat Lokasi, dan Jam Operasional