- Ketua MPTW, Abdul Latif, ditetapkan tersangka oleh Polrestabes Medan tertanggal 26 Januari 2026 terkait dugaan penganiayaan.
- Penetapan tersangka muncul setelah perselisihan mengenai upaya mempertahankan Masjid Al-Ikhlas dari pemindahan oleh pihak pengembang.
- LBH Medan mendesak Kapolrestabes menghentikan dugaan kriminalisasi dan menuntaskan kasus pembakaran mobil pengacara terkait.
SuaraSumut.id - Polrestabes Medan diketahui menetapkan Abdul Latif Balatif, Ketua Yayasan Masyarakat Pembela Tanah Wakaf (MPTW) sebagai tersangka dugaan penganiayaan. Penetapan tersangka tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor: S.TAP/103/I/RES.1.6/2026/Reskrim, tertanggal 26 Januari 2026.
Ia dituding melanggar Pasal 262 Jo 466 Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Permasalahan bermula ketika Abdul Latif dan anggota MPTW serta organisasi masyarakat Islam lainya mempertahankan Masjid Al-Ikhlas di Komplek Veteran, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang diduga hendak dipindahkan oleh pihak pengembang.
Sementara pihak pelapor diduga berada di kubu pengembang yang berkepentingan memindahkan masjid Al- Ikhlas. Menurut keterangan Abdul Latif, peristiwa bermula dari percakapan di grup WhatsApp Pengurus Aliansi Ormas Islam pada 2 Januari 2026 sekitar pukul 21.46 WIB. Dalam percakapan tersebut, pelapor diduga menyampaikan pernyataan bernada menantang.
Abdul Latif kemudian mempertanyakan siapa yang ditantang oleh pelapor. Hingga pelapor menyatakan Anda (Abdul Latif) dan meminta pertemuan secara langsung pada pukul 23.30 WIB. Pertemuan pun terjadi. Karean percakapan di grup WhatsAPP dibaca oleh anggota grup, pertemuan pun berlangsung ramai. Cekcok mulut pun terjadi.
Tiba-tiba ada seorang pria mendatangi pelapor dan menanduk wajah pelapor. Insiden ini kemudian dilaporkan oleh pelapor ke Polrestabes Medan.
Terkait adanya laporan pelapor, secara tegas Abdul Latif mengatakan tidak ada melakukan pemukulan/penganiayaan terhadap Pelapor. Hal itu dikuatkan dengan adanya bukti video dan saksi-saksi yang berada langsung di tempat kejadian. Menyikapi permasalah ini, LBH Medan menduga penetapan tersangka terhadap Abdul Latif merupakan upaya kriminalisasi.
“Bukan tanpa alasan jika ditelaah dari bukti- bukti, kronologis, percakapan di grup Whatsapp dan sumber utama permasalah, yakni adanya perjuangan MPTW dan beberapa ormas Islam lainya yang mempertahankan Mesjid Al-Ikhlas agar tidak dipindahkan oleh pihak pengembang,” kata Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, dalam keterangan yang diterima, Jumat, 6 Februari 2026.
Irvan menduga permasalahan ini tidak terlepas dengan permasalahan yang terjadi dengan advokat Indra Surya Nasution yang menjadi korban dugaan tindak pidana pembakaran mobil miliknya.
Bahkan, Indra juga diduga menjadi korban kriminalisasi karena dituduh menggunakan mobil bodong dan atau pemalsuan. Perlu diketahui, Indra juga pihak yang mempertahankan Mesjid Al-Ikhlas agar tidak dipindahkan oleh pihak pengembang.
Tindak pidana pembakaran mobil miliknya saat ini ditangani Polrestabes Medan dan diketahui atas tindak pidana tersebut telah ditetapkan 4 orang tersangka dan ditahan. Namun, diduga otak pelaku belum ditangkap.
Oleh karena itu, LBH Medan mendesak Kapolrestabes Medan untuk segera menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap Abdul Latif. Pihaknya juga mendesak Polrestabes Medan mengungkap otak pelaku pembakaran mobil Indra Surya Nasution.
“Dugaan upaya Kriminalisasi sesunguhnya bertentangan dengan UUD 1945, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, ICCPR dan Duham,” katanya.
Berita Terkait
-
Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa
-
Houthi Tuduh Arab Saudi Nodai Kesucian Makkah: Dari Konser Hiburan hingga Corong Zionis
-
Provokasi Benjamin Netanyahu: Lakukan Ritual Yahudi di Masjid Al-Aqsa
-
Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan
-
Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027
-
Maling Bergaya Ninja Sikat HP-Tabung Gas Warga di Medan
-
Imigrasi Sumut Gandeng Bea Cukai dan Forkopimda, Komitmen Jaga Perairan Batu Bara
-
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya
-
Cara Mengatasi Rayap di Rumah agar Perabotan Kayu Tidak Cepat Rusak