- Kemenhub menutup sementara 11 bandara perintis di Papua pasca penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation pada 11 Februari 2026.
- Penutupan dilakukan karena bandara tersebut dianggap belum memiliki keamanan memadai, demi keselamatan penerbangan perintis.
- Kemenhub berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memulihkan keamanan agar operasional penerbangan dapat dibuka kembali.
SuaraSumut.id - Operasional penerbangan 11 bandara perintis di wilayah Papua ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan, khususnya setelah penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation yang mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat perintis itu meninggal dunia.
"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, melansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Penutupan dilakukan karena bandara-bandara tersebut dinilai belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi awak dan penumpang pada operasional penerbangan perintis.
Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara dapat dikelola secara optimal, utamanya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), guna melindungi penerbangan perintis.
"Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder," ujar Menhub.
Adapun koordinasi itu melibatkan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah.
Upaya itu dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah memulihkan aktivitas transportasi udara secara bertahap di sejumlah bandara perintis terdampak langsung.
"Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya," kata Menhub.
Diketahui, Kementerian Perhubungan menegaskan operator yang menghentikan penerbangan perintis di wilayah Papua dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan penerbangan tidak akan dikenakan sanksi.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan operator yang menghentikan penerbangan, karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa.
Dia juga menyampaikan penerbangan perintis tetap dapat dilaksanakan dengan memastikan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi. Kemudian operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan keberlanjutan operasional demi keselamatan.
Ia menegaskan insiden penembakan terhadap pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW) menjadi atensi serius Kemenhub.
Dalam insiden yang terjadi pada 11 Februari 2026 itu, pilot dan kopilot pesawat perintis meninggal dunia diduga akibat ditembak di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Guna antisipasi kejadian yang tidak diinginkan, saat ini Ditjen Hubud telah menghentikan sementara operasional penerbangan di sebelas bandara/satuan pelayanan (satpel) atau lapangan terbang (lapter) yang rawan keamanan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Ke-11 bandara perintis itu meliputi Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga
Berita Terkait
-
Keterlibatan Data Intelijen A1 Antar TNI Tembak Mati Tiga Komandan OPM di Maybra
-
Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat
-
Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan
-
Usut Laporan PT KEL, Polda Papua Tengah Dalami Dugaan Aktivitas Pihak Lain di Wilayah IUP
-
Bukan Operasi Militer Penuh, Menko Dudung Pilih Pendekatan Kultural di Papua
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
-
Hujan Deras Picu Banjir di Binjai dan Langkat, Ribuan Warga Terdampak
-
Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita
-
PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?
-
Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah ke Polda Metro Jaya