- Ratusan warga New York berdemonstrasi di Times Square mengecam serangan udara AS dan Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
- Pengunjuk rasa menuntut pemerintah mengalihkan anggaran negara dari perang menuju prioritas domestik seperti pendidikan dan perumahan.
- Aksi tersebut mengkritik kebijakan Donald Trump, menyebut serangan sebagai kejahatan politik melanggar hukum internasional dan Konstitusi AS.
SuaraSumut.id - Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Hal ini membuat ratusan warga New York berkumpul di Times Square dan berpawai di sepanjang jalan-jalan di New York City sebagai bentuk protes.
Mereka mengecam serangan terbaru terhadap Iran dan mendesak agar pemerintah mengalihkan anggaran negara untuk pendidikan, perumahan, dan prioritas dalam negeri lainnya.
Orang-orang membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan Perang di Iran", "Tidak Ada Perang Penggantian Rezim", "Trump Harus Mundur Sekarang", dan lain-lain.
Massa juga meneriakkan slogan-slogan seperti "Jangan campuri urusan Timur Tengah", "Hidup pembebasan, hapuskan penjajahan", dan slogan-slogan lainnya.
"Kita tidak boleh melupakan bahwa Amerika Serikat-lah yang memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan. Amerika Serikat (AS) jugalah yang mengarahkan hulu ledak nuklir tersebut ke kota-kota dan pemukiman warga sipil seperti kita semua di seluruh dunia," kata Layan Fuleihan, direktur pendidikan di The People's Forum, sebuah organisasi sosialis sekaligus inkubator gerakan yang berbasis di New York City.
"Iran tidak menimbulkan ancaman bagi AS. Kami tidak akan tertipu oleh kebohongan yang digunakan untuk menipu kami 20 tahun yang lalu," kata Fuleihan dalam pidatonya di acara unjuk rasa.
Tidak ada alasan sama sekali dan tidak ada pekerja atau keluarga di AS yang mengatakan bahwa mereka bangun setiap hari dan merasa takut terhadap Iran, kata Fuleihan. "Ini bukan kenyataan di negara ini," lanjutnya.
"Serangan terhadap Iran oleh Donald Trump dan kelompoknya yang gila perang merupakan kejahatan politik yang besar, melanggar hukum internasional, dan bertentangan langsung dengan Konstitusi AS," bunyi selebaran yang dibagikan dalam aksi unjuk rasa tersebut, yang dikaitkan dengan David North, ketua Partai Kesetaraan Sosialis di AS.
Presiden AS Donald Trump telah menempatkan AS dan seluruh dunia pada jalur yang menghancurkan, dan perang tidak akan menyelesaikan krisis internal masyarakat Amerika maupun membalikkan kemunduran berkepanjangan posisi global kapitalisme AS, kata North.
Pemerintah AS adalah kekuatan imperialis paling agresif dalam sejarah, dan ini hanyalah perang imperialis lainnya, kata Marilyn Vogt-Downey, seorang pensiunan dosen ekonomi dan kebijakan luar negeri di New York City.
Menurut para penyelenggara yang hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut, lebih banyak aksi protes menentang perang terhadap Iran dijadwalkan akan digelar di New York City dalam beberapa hari ke depan. [Antara]
Berita Terkait
-
Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel
-
Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI
-
Sinyal Damai Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC