Suhardiman
Minggu, 01 Maret 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi peretasan akun dompet digital akibat kebocoran OTP dan PIN yang menyebabkan Account Takeover dalam hitungan menit. [Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Penipuan digital meliputi ATO, tautan palsu (phishing), rekayasa sosial, dan penyamaran yang memicu hilangnya data sensitif dan saldo.
  • Kasus umum melibatkan permintaan verifikasi palsu setelah transaksi gagal, yang berpotensi menguras saldo dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
  • Perlindungan akun dilakukan dengan menggunakan aplikasi resmi, tidak mengklik tautan sembarangan, dan menjaga kerahasiaan OTP serta PIN.

• DM media sosial

Tampilan situs menyerupai halaman resmi, tetapi dirancang untuk mencuri data login.

3. Social Engineering (Rekayasa Sosial)

Pelaku memanipulasi emosi korban, biasanya dengan:

• Mengaku sebagai customer service

• Mengatasnamakan kurir ekspedisi

• Menawarkan hadiah atau undian

• Menginformasikan transaksi gagal

Korban dibuat panik atau tergiur sehingga menyerahkan data penting tanpa sadar.

4. Impersonation

Penipu berpura-pura menjadi pihak resmi dan meminta verifikasi ulang dengan alasan:

• Refund tertunda

• Pembaruan sistem

• Akun terblokir sementara

Padahal tujuan utamanya adalah mencuri OTP dan PIN.

Load More