Suhardiman
Senin, 02 Maret 2026 | 13:51 WIB
Ilustrasi bencana alam, banjir, dan longsor akibat deforestasi. (Gemini AI/Nano Banana)
Baca 10 detik
  • 3.554 jiwa dari 921 KK masih mengungsi akibat bencana sejak akhir November 2025.
  • Data per 1 Maret 2026 pukul 17.00 WIB ini dirilis Pusdalops PB Sumatera Utara.
  • Pengungsi tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah (2.564 jiwa) dan Tapanuli Selatan (990 jiwa).

SuaraSumut.id - Sebanyak 3.554 jiwa dari 921 kepala keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana yang terjadi sejak akhir November 2025.

Data tersebut dirilis oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut).

Para pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Tengah sebanyak 2.564 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Selatan 990 jiwa.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.

"Data merupakan update per 1 Maret 2026 pukul 17.00 WIB," katanya melansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.

Ia mengatakan bahwa berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan masing-masing wilayah dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.

"Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya," ujarnya.

Data Pusdalops Sumut menyebut 20 kabupaten/kota yang terlanda bencana alam yakni Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, dan Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangberdagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Load More