Suhardiman
Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46 WIB
Ilustrasi salat gerhana bulan. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Gerhana bulan total terlihat di Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026, dan puncaknya setelah waktu salat Maghrib.
  • Salat gerhana bulan memiliki tata cara khusus berupa dua kali bacaan Al-Fatihah dan dua kali rukuk tiap rakaat.
  • Setelah salat, dianjurkan imam menyampaikan dua khotbah berisi anjuran untuk istighfar, taubat, dan bersedekah.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. I'tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah kembali. Setelah itu dianjurkan baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat AlBaqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud.

10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13. Salam.

14. Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Load More