Suhardiman
Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:21 WIB
Warga antre untuk mendapatkan BBM di salah satu SPBU di Medan. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Kekhawatiran pasokan BBM di Indonesia terganggu akibat perang AS-Iran menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU Medan pada 5-6 Maret 2025.
  • Warga di Medan mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar karena antrean panjang, mendorong mereka untuk segera mengisi tangki motor mereka.
  • Pemerintah dan Pertamina didesak memberikan informasi stok dan distribusi BBM secara transparan untuk meredam kepanikan publik dan mencegah penimbunan.

SuaraSumut.id - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dipadati kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi ini terjadi setelah adanya perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, sehingga membuat pasokan minyak ke Indonesia diduga akan terganggu.

Pantauan SuaraSumut.id, pada Kamis, 5 Maret 2025, di sejumlah SPBU sepanjang jalan Lintas Medan-Aceh, antrean kendaraan di terpantau meluber hingga ke jalan raya dengan panjang hampir ratusan meter.

Bahkan, pada Jumat, 6 Maret 2025, antrean panjang kendaraan juga terpantau di sejumlah SPBU yang ada di Kota Medan. Antrean tersebut dipadati sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Salah seorang warga Adi mengaku kesulitan untuk mendapatkan BBM. Ia sempat menunda pengisian BBM dengan harapan pasokan dapat kembali normal. Namun demikian, kondisi di lapangan malah semakin ramai dengan antrean masyarakat yang ingin mendapatkan BBM.

“Hari ini mau tak mau harus antre karena minyak kereta (sepeda motor) sudah tinggal sedikit,” katanya.

Pemerintah Diminta Tidak Picu Kepanikan Publik

Padian Adi S. Siregar, Ketua Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen mengatakan, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) diminta untuk menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan transparan terkait kondisi stok serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat.

“Kondisi initially perlu segera direspons dengan komunikasi publik yang lebih jelas dan menenangkan agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat. Penjelasan resmi mengenai kondisi stok, distribusi, serta jaminan ketersediaan BBM dinilai penting untuk meredam spekulasi yang berkembang,” kata Padian.

Selain itu, kata Padian, pemerintah juga diharapkan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan, guna memastikan pasokan tetap tersedia serta mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Stabilitas distribusi energi sangat penting bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar distribusi BBM tetap terjaga dan situasi di masyarakat tetap kondusif,” katanya.

Load More