- Seorang ibu di Deli Serdang menjual bayi kandungnya seharga Rp12 juta pada 28 Maret 2026 karena masalah ekonomi.
- Polres Pelabuhan Belawan menangkap enam tersangka dalam sindikat perdagangan bayi saat transaksi berlangsung di Desa Helvetia.
- Bayi korban kini dirawat di RS Pirngadi Medan sementara polisi terus mengembangkan penyidikan terhadap jaringan perdagangan tersebut.
SuaraSumut.id - Himpitan ekonomi diduga menjadi alasan utama seorang ibu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tega menjual bayi kandungnya sendiri.
Aksinya terbongkar setelah aparat kepolisian mengungkap sindikat penjualan bayi yang melibatkan sejumlah pelaku dengan peran berbeda.
Pengungkapan kasus ini dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu, 28 Maret 2026, di kawasan Jalan Veteran Pasar X, Desa Helvetia, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan enam tersangka, masing-masing memiliki peran mulai dari perantara hingga pembeli.
Mereka adalah ET (44) yang berperan sebagai agen penjual bayi, SS (55) yang mendampingi, JG (39) dan SEP sebagai pasangan pembeli, M (42) selaku ibu kandung bayi, serta SD (41) yang menjadi penghubung antara ibu bayi dan agen.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima pihaknya sejak awal Maret 2026.
Informasi tersebut menyebut adanya pasangan suami istri yang diduga kerap terlibat dalam praktik jual beli bayi.
Menindaklanjuti laporan itu, tim Unit IV PPA di bawah pimpinan IPDA Syukur Waruwu langsung melakukan penyelidikan intensif.
Polisi kemudian memantau pergerakan para pelaku hingga berhasil mengendus rencana transaksi penjualan bayi perempuan.
“Tim mengikuti dan memetakan aktivitas para pelaku. Hingga akhirnya diketahui akan terjadi transaksi antara ibu kandung dengan pasangan pembeli,” ujar Agus kepada SuaraSumut.id, Rabu 1 April 2026.
Aparat kemudian bergerak cepat dengan membagi tim ke beberapa titik, termasuk saat bayi diambil dari rumah sakit dan hendak dibawa ke lokasi transaksi di pintu Tol Marelan. Penangkapan dilakukan tepat saat transaksi hampir berlangsung.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa praktik ini bukan yang pertama kali dilakukan. Tersangka ET mengaku sudah dua kali terlibat dalam penjualan bayi. Sementara itu, ibu kandung bayi nekat melakukan perbuatannya karena tekanan ekonomi.
Bayi tersebut dijual seharga Rp12 juta kepada perantara, lalu kembali dipasarkan kepada pembeli dengan harga Rp25 juta.
"Ibu bayi mengaku menjual bayinya karena alasan ekonomi dengan harga Rp12 juta, kemudian dijual kembali oleh tersangka ET kepada pembeli dengan harga Rp25 juta," ungkap Agus Purnomo.
Saat ini, seluruh tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangan kasus, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat
-
Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas
-
Dari Sel Telur hingga Kelahiran, Cara Baru Mengukur Keberhasilan Program IVF
-
Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung
-
Bukan Cuma Siapkan Baju Bayi, Ini yang Perlu Disiapkan Sebelum Jadi Orang Tua
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar
-
Bobby Nasution soal Ijazah SMA Girban: Sekalian Aja Permasalahkan Gelar Sarjananya
-
Nasabah BRI Private & Prioritas Silakan Nonton di The Premiere XXI Pakai Promo Beli 1 Dapat 2 Tiket
-
Nikmati Free MCU dan Special Offers Privilege Prodia Bagi Nasabah BRI Private serta BRI Prioritas
-
Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG