- Petugas Bea Cukai Batam menggagalkan penyelundupan 337 unit ponsel ilegal melalui kompartemen rahasia truk di Pelabuhan Telaga Punggur.
- Penyelundupan yang terungkap pada 13 April 2026 ini melibatkan berbagai merek ponsel dengan nilai total mencapai Rp3,76 miliar.
- Aksi ilegal tersebut berpotensi merugikan negara sebesar Rp414 juta dan melanggar ketentuan perundang-undangan mengenai kepabeanan serta perdagangan bebas.
SuaraSumut.id - Upaya penyelundupan ratusan handphone tanpa dokumen kepabeanan digagalkan petugas Bea Cukai di Batam, Kepulauan Riau.
Sebanyak 337 unit handphone ditemukan tersembunyi di dalam kompartemen rahasia sebuah truk yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Roro Telaga Punggur.
"Modus penyembunyian dengan kompartemen tersembunyi menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menghindari pengawasan," kata Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, melansir Antara, Senin, 13 April 2026.
Penindakan dilakukan petugas saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang akan berangkat menggunakan KMP Lome dengan tujuan Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Siak.
Pada saat pemeriksaan, petugas menemukan sebuah truk yang tampak tidak bermuatan. Namun, sikap petugas yang jeli melihat kejanggalan membuat pemeriksaan lebih mendalam dilakukan.
Saat dilakukan pembongkaran pada bagian bak kendaraan, petugas menemukan kompartemen tersembunyi (false compartment) di dinding truk.
“Di dalam kompartemen tersebut ditemukan ratusan unit handphone berbagai merek tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan,” ujarnya.
Petugas kemudian membawa barang hasil penindakan ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan dan proses lebih lanjut.
Setelah dilakukan pencacahan, total barang yang diamankan mencapai 337 unit handphone dengan rincian:
- 167 unit iPhone 14 128GB
- 100 unit iPhone 15 128GB
- 20 unit iPhone 17 Pro Max 512GB
- 50 unit Samsung Galaxy A57 5G 256GB
Total nilai barang diperkirakan mencapai Rp3,76 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp414 juta.
Selanjutnya, dilakukan pula pemeriksaan oleh Unit K-9 Bea Cukai Batam dan tidak ditemukan indikasi adanya narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP).
Atas perbuatan tersebut, pelaku diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Berita Terkait
-
4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata
-
Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!
-
Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya
-
KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?
-
KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta
-
GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11
-
Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional