- Gubernur Sumut Bobby Nasution menegur Camat Tukka karena dinilai lambat menangani banjir di Tapanuli Tengah, Selasa 14 April 2026.
- Bobby meluapkan kekecewaan terkait buruknya respons pemerintah setempat terhadap keluhan warga meski telah mendapatkan dukungan anggaran cukup besar.
- Camata Tukka, Yan Munzir Hutagalung, mengakui kesalahannya di hadapan Gubernur serta Bupati Masinton Pasaribu atas keterlambatan penanganan bencana tersebut.
SuaraSumut.id - Video yang menampilkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution marah-marah saat ketika meninjau proyek tanggul di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) beredar di media sosial.
Bobby terlihat marah ke pejabat diduga Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung. Dilihat dari unggahan video akun instagram sumutupgrade, Selasa 14 April 2026, tampak suasana hujan deras mengguyur lokasi tersebut.
Saat berbicara dengan Yan, Bobby tampak meninggikan suara saat menegur kinerja pemerintah setempat yang dinilainya lamban dalam merespons kondisi darurat.
Di antara keduanya juga terlihat kehadiran Bupati Masinton Pasaribu yang menyaksikan langsung perdebatan tersebut.
“Kalian ini daerah paling lambat, tau kau. Warga kau sudah teriak-teriak, bukan teriak ke kau aja. Kau ngurus ini saja nggak bisa,” kata Bobby.
Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana di Tapteng tertinggal dibandingkan daerah lain di Sumut. Kekecewaannya muncul karena berbagai keluhan warga dinilai belum ditangani secara maksimal oleh pemerintah setempat.
"Orang perjuangin kalian sampai puluhan miliar, sampai puluhan triliun! Kau ngurus gini aja gak bisa," kesal Bobby.
Dalam video itu, Bobby bahkan terlihat menunjuk ke arah Yan sambil menegaskan komitmennya terkait penyaluran bantuan.
"Bantuan masyarakat gak dapat, di Tapsel sana kau lihat. Camat-camat kayak kau gak kepakek ini harusnya," tegas Bobby.
Menanggapi hal tersebut, Yan tak banyak berkutik. Ia mengakui kekurangannya di hadapan Gubernur.
"Siap salah pak," katanya.
Berita Terkait
-
BPBD Peringatkan Ancaman Rob di Jakarta, Puncak Pasang Laut Siang Hari
-
Skema Padat Karya Bersihkan Lumpur Banjir Padang, Warga Dapat Insentif
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras
-
Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ribuan Talenta Muda Berpeluang Bangun Karier Lewat Program Magang Nasional BRI
-
Dari Diskon MCU hingga Genomics, Intip Keuntungan Healthcare Privilege BRI dan Prodia
-
Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia
-
Imigrasi Sumut Dukung Pengungkapan Penyelundupan Ketamine Senilai Rp3,48 Triliun
-
5 Cara Ampuh Merawat Perabotan Kayu agar Bebas Debu, Tetap Mengilap dan Awet