- Badan Gizi Nasional mengungkap beberapa menu program Makan Bergizi Gratis berpotensi menyebabkan keracunan makanan bagi anak-anak.
- Penyebab utama gangguan pencernaan meliputi soto, nasi olahan, mi, serta ayam suwir yang tidak memenuhi standar kesegaran.
- Kontaminasi bakteri terjadi akibat proses pengolahan tidak higienis, suhu penyajian yang dingin, dan penyimpanan makanan terlalu lama.
SuaraSumut.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya sejumlah jenis makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada anak.
Temuan ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, berdasarkan hasil evaluasi dari tim investigasi pemantauan dan pengawasan.
Dari evaluasi tersebut, beberapa menu yang bisa menjadi penyebab gangguan pencernaan, mual, muntah, dan diare.
"Di antara makanan tersebut, yang sering menjadi penyebab sakit perut dan diare adalah soto. Hal ini bisa terjadi, karena kondimennya masih ada yang mentah seperti kol, seledri, dan tauge. Selain itu, saat disajikan, air yang ditaruh di tempat tersendiri sudah dingin," kata Nanik, melansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Salah satu faktor risikonya adalah kuah soto yang sudah dingin saat dicampurkan dengan bahan pelengkap maka berpotensi tercemar bakteri e-Coli. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dengan daya tahan tubuh yang kurang baik.
"Menu makanan lain yang mudah membuat anak sakit perut karena cepat basi, antara lain nasi kuning, nasi uduk dan nasi goreng," ujarnya.
Nanik juga menyoroti beberapa jenis makanan lain yang mudah basi dan dapat memicu gangguan pencernaan. Seperti makanan berbahan mi, khususnya jika dimasak bersamaan dengan sayuran dalam satu proses.
Selain itu, ayam suwir juga termasuk dalam kategori menu dengan risiko tinggi menyebabkan keracunan makanan.
"Ayam suwir juga termasuk yang menjadi penyebab tertinggi terjadinya keracunan. Hal ini bisa terjadi karena seringkali, ayam yang disuwir bukan ayam premium, melainkan ayam nomor dua atau tiga (tidak segar). Selain itu, proses menyuwir ayam yang dilakukan sejak sore karena mengejar waktu tidak menggunakan sarung tangan, juga meningkatkan risiko kontaminasi," jelasnya.
Nanik menambahkan makanan yang menggunakan berbagai saus juga berpotensi menjadi penyebab gangguan pencernaan, karena terkadang dimasak terlebih dahulu dalam kondisi yang kurang matang, lalu dikonsumsi anak-anak lebih dari 12 jam sejak waktu memasak, bahkan ada yang sampai dibawa pulang.
Tag
Berita Terkait
-
Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!
-
Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen
-
MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem
-
MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda
-
Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel
-
Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!
-
Gerindra Klaim Polisi yang Tangkap Kadernya di Jatim Dimutasi karena Diduga Minta Uang
-
Komplotan Pencuri Motor Modus Tabrak Adik Ditangkap, Beraksi di 50 TKP Sumut