- BPS Aceh mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka di Aceh meningkat menjadi 5,88 persen pada Februari 2026.
- Bencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025 memicu kenaikan angka pengangguran sebanyak 7.430 orang.
- Gangguan sektor pertanian akibat bencana alam menyebabkan penurunan jumlah pekerja secara signifikan di wilayah Aceh.
SuaraSumut.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 mencapai 5,88 persen.
Angka tersebut meningkat sebesar 0,38 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pengangguran ini dipengatuhi oleh bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025.
"Peningkatan angka pengangguran terbuka di Aceh dipengaruhi oleh bencana alam banjir dan tanah longsor," kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, melansir Antara, Kamis, 7 Mei 2026.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyampaikan bahwa kondisi bencana alam turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung lapangan kerja di Aceh.
Ia mengatakan, jumlah pengangguran di Aceh pada Februari 2026 mencapai 156.230 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 7.430 orang dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 148.800 orang.
Selain itu, jumlah masyarakat yang bekerja juga mengalami penurunan cukup signifikan. Dari total angkatan kerja sebanyak 2,66 juta orang, hanya sekitar 2,5 juta orang yang terserap di dunia kerja. Jumlah pekerja ini turun sekitar 55.340 orang dibanding tahun sebelumnya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkan pasokan tenaga kerja.
Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2026 ada tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling tinggi yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 41,39 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 13,41 persen, serta pendidikan sebesar 6,97 persen.
Sementara, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling rendah yaitu real estate sebesar 0,05 persen, penyediaan air, pengelolaan air limbah, penanganan limbah, dan remediasi sebesar 0,24 persen; serta penyediaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin sebesar 0,24 persen.
“Pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap penyediaan lapangan kerja di Aceh. Artinya ketika bencana alam terjadi ikut berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan berdasarkan jenis kelamin, pada Februari 2026, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki sebesar 81,45 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 45,50 persen.
Berita Terkait
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer
-
Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum
-
Geger Bentrok Berdarah di Pidie Aceh, Yusril Persilakan Komnas HAM Selidiki
-
Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?
-
Pekerja Informal Makin Dominan, Wirausaha Mandiri Melonjak Ketimbang Orang Kantoran
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP
-
Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas