- WALHI Sumut dan Pemkab Tapanuli Tengah menyelenggarakan workshop partisipatif pada 13 Mei 2026 untuk membahas penataan ruang pascabencana.
- Kegiatan ini menghimpun aspirasi masyarakat lokal sebagai panduan kebijakan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah berbasis pemulihan ekosistem.
- Rekomendasi utama mencakup identifikasi kerusakan wilayah hulu serta sinkronisasi data desa terdampak guna mendukung mitigasi bencana berkelanjutan.
SuaraSumut.id - Workshop bertajuk 'Menata Ulang Kabupaten Tapanuli Tengah dan Ekosistem Batang Toru' yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bersama Pemkab Tapteng, menghasilkan sejumlah rumusan penting terkait pemulihan kawasan terdampak bencana dan penataan ruang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Direktur WALHI Sumut, Rianda Purba, mengatakan workshop tersebut merupakan proses partisipatif yang melibatkan langsung para pemangku kepentingan di tingkat lokal, mulai dari kepala desa hingga lurah di wilayah terdampak bencana.
“Workshop ini memang merupakan proses partisipatif dari stakeholder lokal, kepala desa dan lurah yang terdampak bencana untuk menyampaikan bagaimana alokasi wilayahnya ke depan," kata Rianda, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, hasil workshop nantinya diharapkan menjadi panduan dalam penyusunan kebijakan penataan ruang di Kabupaten Tapanuli Tengah, terutama di tengah rencana revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Rianda menjelaskan, proses yang dilakukan bersifat bottom-up atau berasal dari aspirasi masyarakat di tingkat bawah. Rumusan yang dihasilkan akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan dan pemulihan kawasan terdampak.
“Ini menjadi guide atau panduan dalam perumusan kebijakan penataan ulang, khususnya dalam konteks penataan ruang. Bisa digunakan atau tidak nantinya, tentu menjadi komitmen pemerintah daerah dan bupati," ujarnya.
Dalam workshop tersebut, terdapat enam hingga tujuh poin rekomendasi utama yang dibahas. Salah satunya adalah identifikasi wilayah ekologis yang mengalami kerusakan pascabencana, khususnya di kawasan hulu dan perbukitan.
Selain itu, data desa terdampak juga akan disinkronkan dengan rencana tata ruang yang tengah disusun pemerintah daerah agar kebijakan pembangunan tidak bertentangan dengan upaya pemulihan lingkungan.
“Implementasi penataan ruang harus tetap berada pada koridor pemulihan ekosistem. Alam di wilayah hulu dan perbukitan Tapanuli Tengah harus mampu menopang kehidupan masyarakat dan makhluk hidup lainnya,” ucapnya.
Ia menegaskan, penataan ruang yang berkeadilan, berkelanjutan, dan lestari menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana di masa depan.
WALHI Sumut berharap kebijakan penataan ruang di Tapteng tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana serupa di kemudian hari.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kisah Salbiah, Pasukan Merah yang Terjun ke Sungai untuk Menolong Korban Kecelakaan di Sergai
-
KAI Sumut Tambah Kapasitas KA Sribilah Jelang Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
-
2 Pria Ditangkap Usai Kepergok Curi Lembu di Simalungun, Pelaku Sempat Dihajar Warga
-
3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
-
4 Sepatu Lari Hitam untuk Aktivitas Kerja dan Lari, Tetap Stylish Sepanjang Hari