- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh tingkatan sekolah di Indonesia wajib mempelajari bahasa Prancis demi menghadapi perkembangan dunia global.
- Instruksi tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada 28 Mei 2026.
- Kunjungan ini bertujuan mempererat kerja sama bidang pertahanan, energi, pendidikan, serta riset untuk menjaga stabilitas dan hubungan internasional.
SuaraSumut.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar bahasa Prancis dipelajari di semua tingkatan sekolah di Indonesia. Hal ini menurutnya untuk mengantisipasi perkembangan dunia.
Demikian dikatakan Prabowo dalam sambutan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis, 28 Mei 2026 waktu setempat.
"Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo, melansir Antara.
Prabowo menilai kerja sama kedua negara di bidang sains dan teknologi terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Ia juga menekankan pentingnya peran Indonesia dan Prancis dalam menjaga stabilitas dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat dunia semakin terhubung sehingga perang dan konflik tidak akan membawa manfaat bagi pihak manapun.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku Indonesia dan Prancis memiliki banyak kesamaan pandangan dalam sejumlah isu internasonal. Ia mengapresiasi dukungan Presiden Macron yang dinilai berkontribusi terhadap eratnya hubungan bilateral kedua negara.
"Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron," ungkapnya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis pada pekan ini, dalam rangka memenuhi undangan Presiden Macron yang sempat tertunda.
Beberapa isu yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral ini, antara lain kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).
Berita Terkait
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN
-
Selain Kepala BGN, Prabowo Lantik Gubernur dan Wagub Universitas Republik Indonesia, Apa Itu?
-
Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Tetap Minta Nanik Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Pesan Menohok Prabowo ke Perwira TNI Polri: Gaji dan Seragammu dari Rakyat, Jangan Khianati Mereka
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Pria di Medan Rampas HP Lansia Duduk di Kursi Roda, Uang untuk Main Judi
-
Gulung Sindikat Love Scam, Jajaran Imigrasi Sumut Diganjar Penghargaan dari Konjen Jepang
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Gempa Guncang Gayo Lues Aceh
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua