- BPS Aceh mencatat inflasi bulanan sebesar 0,60 persen pada Mei 2026 akibat kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
- Komoditas tomat menjadi faktor utama pendorong inflasi di lima kabupaten dan kota wilayah Provinsi Aceh tersebut.
- Inflasi tahunan Provinsi Aceh pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
SuaraSumut.id - Naiknya harga tomat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi bulanan di Provinsi Aceh pada Mei 2026.
Berdasarkan data terbaru BPS Aceh, inflasi tercatat sebesar 0,60 persen, yang ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 114,95.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa hasil pemantauan harga di lima kabupaten dan kota menunjukkan adanya kenaikan harga yang berdampak terhadap inflasi daerah.
“Berdasarkan hasil pemantauan BPS di lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yaitu Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, tercatat bahwa pada bulan Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,60 persen,” katanya melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2026.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil besar dengan mengalami inflasi sebesar 0,96 persen, serta memberikan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,37 persen.
“Komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi m-to-m antara lain tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan nasi dengan lauk,” katanya.
Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan yaitu daging ayam ras, ikan tongkol, ikan dencis, emas perhiasan, dan telur ayam ras.
Berdasarkan pantauan di wilayah tersebut, inflasi bulanan (m-to-m) tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh yakni sebesar 0,93 persen, sedangkan yang paling rendah terdapat di Kota Lhokseumawe sebesar 0,03 persen.
Kemudian untuk inflasi secara tahunan (y-on-y), pada Mei 2026 Provinsi Aceh juga mengalami inflasi sebesar 5,12 persen seiring adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum rata-rata sebesar 5,12 persen dibanding Mei tahun lalu.
Untuk skala tahunan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen, dengan IHK 118,52, dan terendah terjadi di Meulaboh yang mengalami inflasi 3,99 persen dengan IHK sebesar 115,53.
Berita Terkait
-
Biaya Hidup Mahal? Data Ungkap Warga Indonesia Kewalahan Hadapi Inflasi
-
Anomali Data Desil Rugikan Warga Miskin, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Khusus Benahi Masalah
-
Program Wangikan Masjid Sasar 50 Masjid di Banda Aceh
-
Bahas Masa Depan Aceh, Dasco Bertemu Ulama Kharismatik Waled Nu
-
Desil 6-10 Gaji Berapa? Pahami Fakta dan Hoaks Tentang Desil BPS
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan Keimigrasian Melalui Desa Binaan di Labuhanbatu Selatan
-
Bimtek Gerindra Sumut, Kader Diminta Solid Kawal-Sosialisasikan Program Presiden Prabowo
-
Kecelakaan Maut Mobil Vs Truk di Tol, 1 Orang Tewas
-
Akademisi USU: Pemulihan Pascabencana Tak Cukup Hanya Bangun Rumah
-
Ratusan Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Pulang ke Kuta Tengah