- Badan Pusat Statistik mencatat 8.630 warga Aceh Timur berhasil keluar dari garis kemiskinan sepanjang tahun 2024 hingga 2025.
- Angka penduduk miskin di Aceh Timur turun menjadi 52,23 ribu jiwa atau sebesar 11,24 persen pada tahun 2025.
- Keberhasilan ini dicapai melalui program pembangunan berkelanjutan serta penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM oleh pemerintah daerah.
SuaraSumut.id - Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Kabupaten Aceh Timur berhasil mencatat penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 8.630 warga keluar dari garis kemiskinan.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky mengatakan, jumlah penduduk miskin di Aceh Timur pada 2024 tercatat sebanyak 60,86 ribu jiwa atau setara dengan 13,26 persen dari total penduduk.
Namun, angka kemiskinan tersebut menjadi 52,23 ribu jiwa pada 2025 atau turun sebesar 11,24 persen. Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun terjadi penurunan sebanyak 8.630 jiwa penduduk miskin.
"Sementara dari sisi persentase, tingkat kemiskinan berkurang sekitar dua poin persen, sebuah capaian yang dinilai cukup positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat," kata Iskandar melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Bupati, penurunan angka kemiskinan tersebut menjadi indikator membaiknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.
"Berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang menyentuh kebutuhan dasar warga," kata Bupati.
Ia mengaku pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak dalam mendorong pembangunan daerah dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan kemiskinan, kata dia, tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan program yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Penurunan angka kemiskinan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, serta memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," katanya.
Iskandar menegaskan pemerintah daerah terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Secara umum, tren penurunan kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur sejalan dengan perbaikan kondisi sosial ekonomi di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Namun, Kabupaten Aceh Timur menjadi daerah yang mencatat penurunan cukup menonjol dalam periode tersebut.
Meski demikian, kata dia, tantangan masih tetap ada. Angka kemiskinan yang masih berada di atas 10 persen, menunjukkan pekerjaan rumah pemerintah belum selesai.
"Ke depan, konsistensi program, ketepatan sasaran bantuan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga tren penurunan ini," kata Iskandar.
Berita Terkait
-
BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Harga Tomat Jadi Pemicu Inflasi Aceh Mei 2026
-
Ibu Hamil Perlu Rutin Konsumsi Vitamin dan Jaga Kondisi Tubuh untuk Cegah Bayi Bibir Sumbing
-
Kejagung Terjunkan Penyidik Pidana Khusus Geledah Kantor BGN
-
Kantor BGN 'Diobok-obok' Kejagung, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Diperiksa
-
Kunjungan Wisatawan Prancis dan Belanda ke Sumut Meningkat pada April 2026