- Aliansi mahasiswa Cipayung Plus Medan menggelar aksi di DPRD Medan pada 17 Juni 2026 menuntut perbaikan ekonomi nasional.
- Mahasiswa mendesak pemerintah mengatasi kemiskinan, pengangguran, korupsi, serta mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang adil bagi seluruh rakyat.
- Massa meminta Presiden dan Wakil Presiden mengusut tuntas kasus intimidasi serta penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
SuaraSumut.id - Sejumlah mahasiswa yang dalam Cipayung Plus Kota Medan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dalam aksi yang digelar di DPRD Kota Medan Jalan Maulana Lubis, Rabu malam, 17 Juni 2026.
Perwakilan massa menyoroti berbagai persoalan nasional mulai dari tingginya angka kemiskinan, pengangguran, stabilitas ekonomi, hingga praktik korupsi dan dugaan intimidasi terhadap aktivis.
"Hari ini angka kemiskinan masih tinggi. Belum lagi angka pengangguran yang rata-rata berasal dari usia produktif. Kami meminta pemerintah agar benar-benar memperhatikan kondisi masyarakat bawah," katanya.
Massa menilai berbagai kebijakan pemerintah harus lebih berpihak kepada masyarakat kecil yang merasakan langsung dampak kondisi ekonomi saat ini.
Selain itu, massa aksi juga menuntut pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut mereka, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga seharusnya mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
Pada poin berikutnya, massa juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan isu ketahanan energi nasional.
Mereka meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan pengelolaan sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Cipayung Plus Kota Medan juga mendesak pemerintah untuk memberantas korupsi dan menghentikan pemborosan anggaran negara. Mereka menilai praktik korupsi masih menjadi salah satu hambatan utama dalam pembangunan nasional.
Baca Juga: Pemkot Anggarkan Rp 10 M Rehab Gedung Satreskrim Polrestabes, Tuai Kritik LBH Medan
Selain itu, massa menyoroti pentingnya mewujudkan pemerintahan yang demokratis, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Perwakilan massa menyinggung kasus yang menimpa aktivis lingkungan dan hak asasi manusia, Andrie Yunus, yang disebut mengalami intimidasi hingga menjadi korban penyiraman air keras.
"Kami meminta agar peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. Kami juga meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan kasus tersebut diusut dan diadili secara adil, bahkan jika memungkinkan melalui peradilan umum," katanya.
Aksi unjuk rasa sempat memanas, karena massa aksi mendesak agar aspirasinya diterima DPRD Medan.
Hampir satu jam menunggu, Plt Sekwan Medan Erisda Hutasoit akhirnya datang menemui mahasiswa. Ia lalu duduk di depan gedung DPRD Medan bersama mahasiswa.
Berita Terkait
-
Pertamina Tambah Armada, Pasokan BBM di Medan Kembali Normal usai Antrean Panjang
-
Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop
-
'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan
-
Ikut Demo? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Fatal Ini saat Terpapar Gas Air Mata
-
Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai