- PT DPM mengadakan pelatihan pertukangan kayu dan UMKM bagi warga lingkar tambang untuk mendorong kemandirian ekonomi.
- Program pemberdayaan yang melibatkan Disperindagkop Dairi ini mengajarkan teknik produksi serta strategi pemasaran kepada warga desa.
- Pelatihan tersebut berhasil membekali warga dengan keterampilan praktis guna membuka usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga.
SuaraSumut.id - PT DPM kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), DPM menggelar dua pelatihan baru di wilayah lingkar tambang, yaitu pelatihan pertukangan kayu serta pembuatan keripik dan aneka kue basah bagi
kelompok perempuan.
Rangkaian program ini disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat (needs assessment)
oleh tim CSR. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan benar-benar selaras dengan potensi ekonomi lokal serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pelatihan pertukangan kayu telah dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan melibatkan 12 peserta dari
empat desa lingkar tambang, yaitu Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras.
Mayoritas peserta sudah memiliki keterampilan dasar serta pengalaman di bidang pertukangan dan pembangunan rumah. Sementara itu, pelatihan pembuatan keripik dan kue basah diikuti oleh sekitar 26 kelompok perempuan dari desa sekitar.
Dalam program pemberdayaan UMKM ini, PT DPM menggandeng fasilitator mitra Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM) Kabupaten Dairi untuk membagikan keahlian praktis kepada para peserta.
Dalam pelatihan olahan makanan, para peserta dibekali keterampilan membuat keripik singkong dan keripik pisang, serta aneka jajanan basah seperti kue tart, brownies, dan bolu tape.
Melalui pembekalan ini, kelompok perempuan diharapkan mampu merintis usaha rumahan berbasis UMKM guna meningkatkan pendapatan keluarga.
Sementara itu, untuk pelatihan pertukangan kayu, DPM bermitra dengan Toko Furnitur Dalihan Natolu
di Parongil (PT Karya Total Mandiri) dengan menghadirkan Pak Dayan sebagai fasilitator.
Berbekal pengalaman di bidang industri furnitur lokal, fasilitator membagikan pengetahuan teknis serta ilmu praktis kepada para peserta, mulai dari teknik dasar pertukangan hingga strategi membangun usaha yang
berkelanjutan.
Rangkaian pelatihan ini merupakan tahap awal dari program pemberdayaan kelompok usaha binaan DPM. Selain mengasah keterampilan teknis, baik di bidang pertukangan kayu maupun produksi olahan makanan, kegiatan ini menjadi wadah bertukar pengalaman dan memotivasi warga melalui interaksi
langsung dengan para fasilitator dan pelaku usaha lokal yang telah berpengalaman.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan yang komprehensif. Pada pelatihan
pertukangan kayu, materi mencakup pengenalan peluang usaha, pengoperasian alat manual maupun
elektrik, pemahaman jenis kayu, hingga teknik dasar pembuatan produk mebel seperti kursi, meja, lemari, kusen, kanopi, dan aneka kerajinan kayu.
Sementara itu, kelompok perempuan dibekali teknik pembuatan keripik dan kue basah yang memiliki nilai jual tinggi. Tidak hanya berfokus pada keahlian produksi, kedua pelatihan tersebut juga membekali peserta dengan wawasan strategi pemasaran, analisis prospek pasar, serta tata kelola usaha. Hal ini bertujuan agar kelompok usaha binaan dapat berkembang secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.
Chief Legal and External Relations PT DPM, Radianto Arifin, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi warga lingkar tambang.
"Inovasi program CSR ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keahlian praktis yang bernilai ekonomi. Kami berharap pelatihan pertukangan maupun pembuatan kue ini dapat membuka peluang usaha baru
dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga," ujar Radianto.
"Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi. Melalui pelatihan ini kami berharap menjadi ruang berbagi pengalaman dengan para pelaku usaha lokal. Dan kami berharap keterampilan warga semakin terasah hingga mampu menghasilkan produk yang bernilai tambah, berdaya saing, dan mendorong kemandirian ekonomi," tambah Radianto.
Berita Terkait
-
Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?
-
Tak Harus Jago Teknologi, Ini 5 Cara AI Bisa Bantu UMKM Kembangkan Bisnis
-
Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM
-
Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau
-
Bisnis UMKM Catat Rekor Ekspansif, Riset Terkini BRI Buktikan Ketangguhan Sektor Mikro
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Kemeriahan HKBP 165 Padel Series di Medan: Disambut Antusias, Berlanjut ke GBK
-
Bus Masuk Jurang di Samosir, 26 Penumpang Luka-Luka
-
Jalan Terputus di Langkat Makan Korban, Mobil Wisatawan Nyemplung ke Sungai, 3 Tewas
-
Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat
-
Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil