Suhardiman
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Ilustrasi pelajar diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menangguhkan operasional SPPG di Kabupaten Karo pada 13 Agustus 2026 akibat keracunan massal.
  • Sekitar 256 siswa dari tiga sekolah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu makan siang gratis.
  • Dinas Kesehatan mengirim sampel makanan ke Medan dan memeriksa kepala SPPG untuk menyelidiki penyebab insiden.

SuaraSumut.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan sementara operasional SPPG di Berastagi, Kabupaten Karo, setelah ratusan siswa diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah penghentian sementara atau suspend tersebut dilakukan berdasarkan Surat Nomor 3662/D.TWS/08/2026 tertanggal 13 Agustus 2026. Keputusan itu diambil menyusul kejadian yang menyebabkan ratusan penerima manfaat MBG mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Medan, Erdianta Sitepu, mengatakan BGN juga menjadwalkan pemeriksaan internal terhadap Kepala SPPG untuk mendalami kemungkinan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan insiden tersebut.

“BGN telah melakukan tindakan tegas dan suspend kepada SPPG dimaksud melalui Surat Nomor 3662/D.TWS/08/2026 tanggal 13 Agustus 2026. Kepala SPPG diagendakan diperiksa internal untuk mendalami apakah ada dugaan pelanggaran atau kelalaian sehingga kejadian ini terjadi," kata Erdianta kepada SuaraSumut.id, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan dilaporkan berangsur membaik.

“Penanganan sudah dilakukan oleh tim kesehatan di masing-masing fasilitas kesehatan dengan penanganan yang terbaik. Kondisi kesehatan korban berangsur pulih,” katanya.

Selain melakukan penanganan terhadap korban, BGN juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk mengusut penyebab pasti insiden tersebut.

Sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan telah diambil dan dikirim ke Medan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk pengambilan sampel. Sampel sudah dikirim ke Medan untuk diperiksa,” lanjutnya.

Baca Juga: Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sebelumnya, ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Berastagi, dilaporkan mengalami gejala seperti gatal pada mulut, gatal pada kulit hingga sesak napas setelah menyantap menu MBG.

Sebagian besar siswa terdampak berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, bertepatan dengan jam makan siang para siswa.

"Kejadiannya pas jam makan siang lah, Jam satu," katanya.

Berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan mencapai sekitar 256 orang. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo.

"Ada tiga (yang terdampak), SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta bersama," kata Zulkarnain.

Load More