Wakos Reza Gautama
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB
Ilustrasi gempa. Gempa tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang daratan Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang daratan Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026.
  • Aktivitas subduksi lempeng pada kedalaman 168 kilometer menyebabkan guncangan kuat dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
  • BMKG melaporkan getaran dirasakan luas oleh masyarakat serta mengimbau warga agar tetap tenang dan waspada.

SuaraSumut.id - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) pukul 17.54 WIB. Getarannya membuat warga di sejumlah kota mulai dari Tebingtinggi hingga Kabanjahe terperanjat dari aktivitas mereka.

Hasil analisis BMKG menunjukkan titik pusat gempa (episenter) berada di darat, sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun.

Meski getarannya cukup kuat untuk membangunkan warga yang sedang beristirahat, BMKG memberikan kepastian bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini masuk dalam kategori gempa bumi menengah.

Sumber guncangan berada pada kedalaman 168 kilometer, yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di bawah daratan Sumatra.

"Berdasarkan lokasi dan kedalamannya, ini adalah jenis gempa menengah akibat subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan sesar geser turun (oblique normal fault)," papar Wijayanto dalam keterangannya.

Dahsyatnya guncangan M 6,4 ini tercatat merata di beberapa wilayah. Di Kota Tebingtinggi, Kabanjahe, dan Limapuluh, skala intensitas gempa mencapai V MMI.

Artinya, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan membuat banyak orang yang sedang tertidur mendadak terjaga.

Sementara itu, di wilayah Raya, Panombeian Pane, Pematangsiantar, hingga Pangururan, warga merasakan getaran skala IV MMI, setara dengan getaran yang dirasakan orang banyak di dalam rumah saat siang hari.

Baca Juga: Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun

Hingga pukul 18.16 WIB, pantauan radar BMKG belum menangkap adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Hal ini menjadi kabar baik bagi warga yang sempat khawatir akan adanya guncangan berikutnya yang lebih besar. Namun, BMKG menegaskan akan terus memantau situasi selama 24 jam ke depan.

BMKG meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah isu atau kabar bohong (hoaks) yang biasanya beredar cepat pascagempa melalui pesan berantai.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Pastikan bangunan rumah Anda aman. Hindari bangunan yang tampak retak atau rusak akibat guncangan tadi, untuk menghindari risiko jika terjadi kerusakan struktur yang tidak terlihat," pungkas Wijayanto.

Load More