- Warga memblokade rel kereta di Kabupaten Batubara pada Senin, 17 Agustus 2026, setelah seorang wanita lansia tewas tertabrak.
- KAI Divre I Sumatera Utara bersama warga dan BTP Medan berhasil membuka blokade rel pada pukul 20.57 WIB melalui negosiasi.
- Kesepakatan bersama menghasilkan rencana pembangunan portal pengamanan dan usulan penurunan kecepatan kereta guna meningkatkan keselamatan warga.
SuaraSumut.id - Aksi pemblokiran jalur kereta api terjadi di wilayah Desa Lalang Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut).
Aksi ini menyusul insiden seorang perempuan lanjut usia yang tewas setelah tertabrak kereta api. Peristiwa terjadi di jalur kereta api Kilometer 15+800 pada petak Stasiun Lalang–Stasiun Tanjung Gading, Senin, 17 Agustus 2026.
Warga yang merasa prihatin atas kejadian itu sempat menutup akses rel dengan membakar ban bekas dan meletakkan sejumlah benda di atas jalur kereta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial A (68) diduga tertabrak KA Datuk Belambangan relasi Lalang–Tebing Tinggi saat berjalan kaki di sekitar perlintasan kereta. Akibat benturan tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan belasungkawa atas insiden yang merenggut nyawa warga tersebut.
Ia mengatakan jalur kembali dapat dilalui kereta api setelah KAI Divre I Sumatera Utara bersama masyarakat Medang Deras dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan mencapai kesepakatan melalui proses negosiasi.
Setelah terjadi kesepakatan antara KAI Divre I Sumatera Utara, masyarakat Medang Deras, dan BTP Kelas I Medan, blokade dibuka dan jalur kembali dapat dilalui oleh kereta api mulai pukul 20.57 WIB," katanya, Selasa (18/8/2026).
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkomunikasi dan mencari solusi bersama sehingga operasional kereta api dapat kembali normal,” sambungnya.
Anwar menjelaskan, dalam proses negosiasi tersebut, masyarakat menyepakati sejumlah langkah pengamanan di perlintasan sebidang.
Baca Juga: Gempa M 6,1 di Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami
BTP Kelas I Medan selaku UPT di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang menangani pengelolaan dan pengawasan prasarana serta keselamatan perkeretaapian akan membangun portal pengamanan di lima titik perlintasan sebidang dan frontage road di lintas Bandar Tinggi–Kuala Tanjung.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penurunan kecepatan perjalanan kereta api menjadi 50 kilometer per jam di lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan.
“Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi langkah bersama untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna jasa kereta api,” tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional
-
Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?
-
5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?
-
Bahlil Tindaklanjuti Rencana Batu Bara Jadi Bensin untuk Kurangi Impor
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi
-
5 Kulit Buah yang Bisa Dimakan dan Kaya Nutrisi, Apa Saja?
-
Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026
-
Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit
-
Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya