- Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan pada Selasa, 18 Agustus 2026 malam.
- Peristiwa tersebut merusak sebelas unit rumah warga di beberapa kecamatan serta menyebabkan pohon tumbang.
- BMKG memprediksi cuaca ekstrem berpotensi berlanjut hingga Jumat, 21 Agustus 2026 akibat fenomena atmosfer.
SuaraSumut.id - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan sekitarnya, Selasa (18/8/2026) malam. Dampaknya, sejumlah pohon tumbang, dan rumah warga rusak di bagian atapnya karena tertiup angin.
Bahkan di Medan Johor, hampir seluruh bangunan rumah rusak. Data sementara dari BPBD Sumut menyebutkan 11 unit rumah warga terdampak.
"Total rumah rusak 11 unit," kata Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati kepada SuaraSumut.id, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan 11 unit rumah yang rusak berada di berbagai lokasi yakni di Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan Medan Helvetia.
"Kecamatan Medan Johor 4 unit rumah rusak, Medan Barat 1 unit, Medan Barat 1 unit, Medan Timur 2 unit, dan Medan Helvetia 3 unit," ujar Sri Wahyuni.
Dijelaskannya, BPBD Medan sudah turun melakukan penanganan bencana di lokasi yang terdampak dengan membangun posko. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Sudah dilakukan pembersihan untuk pohon tumbang dan pemberian bantuan logistik dan nasi tanggap darurat," tukasnya.
Sementara itu, prakirawan BMKG Medan menyampaikan kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi melanda Kota Medan, Binjai, Langkat, dan Deli Serdang, pada Rabu 19 Agustus 2026 hingga Jumat 21 Agustus 2026.
BMKG Medan menjelaskan cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan dan sekitarnya dipengaruhi oleh aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di wilayah Sumatera Utara.
Selain itu, terdapat belokan angin (shearline) dan area konvergensi yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan lebat disertai angin kencang.
"Aktifnya MJO Spasial serta adanya belokan dan area konvergensi di Sumatera Utara memicu pertumbuhan awan konvektif," ujar prakirawan BMKG Medan.
Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut di perairan sekitar Sumatera yang relatif hangat, sehingga meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer.
Melimpahnya kandungan uap air ini menjadi bahan bakar bagi pembentukan awan hujan yang lebih intens dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan, Binjai, Langkat, dan Deli Serdang.
"Suhu muka laut di perairan Sumatera cukup hangat menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
6 Cara Menghilangkan Bau Apek Baju yang Dijemur Indoor saat Musim Hujan, Tak Perlu Cuci Ulang
-
BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini
-
Curah Hujan Tinggi tapi Kekeringan, Ahli UGM Ungkap Masalah Air Jawa Barat
-
Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap
-
Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi
-
5 Kulit Buah yang Bisa Dimakan dan Kaya Nutrisi, Apa Saja?
-
Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026
-
Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit