Suhardiman
Minggu, 06 September 2026 | 14:00 WIB
Personel TNI AL gagalkan dugaan pencurian avtur di Deli Serdang. [Dok Kodaeral I Belawan]
Baca 10 detik
  • Personel TNI AL menggagalkan dugaan pencurian Avtur jalur pipa Pertamina di Deli Serdang pada Sabtu (5/9/2026).
  • Tim gabungan menemukan selang dan keran tersembunyi yang diduga dipersiapkan untuk aksi penyedotan bahan bakar minyak.
  • Peralatan ilegal berhasil diamankan di Posal Pantai Labu sehingga aksi pencurian Avtur berhasil dicegah lebih awal.

SuaraSumut.id - Aksi dugaan pencurian bahan bakar minyak (BBM) jenis Avtur melalui jalur pipa PT Pertamina Patra Niaga digagalkan personel TNI Angkatan Laut (AL).

Dugaan aksi illegal tapping itu terungkap setelah personel menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan berupa penggalian tanah dan pemasangan selang di sekitar jalur pipa Pertamina di Dusun I, Desa Pantai Labu Pekan, Deli Serdang, pada Sabtu (5/9/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel TNI AL langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Di sana, keduanya menemukan selang plastik berdiameter sekitar 1 inci yang tertanam di dalam tanah. Salah satu ujung selang ditemukan dalam kondisi tergulung dan disembunyikan di balik semak-semak di pinggir sungai.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Koordinator Area Pam Obvitnas Kodaeral I, Lettu Mar Olpen Situmorang. Selanjutnya, personel Kodaeral I berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tim gabungan kemudian mendatangi lokasi. Lettu Mar Olpen Situmorang bersama Officer 1 Geo Security PT Pertamina MOR I Sumbagut, M. Sukriyanto, dan tiga personel Pam berkoordinasi dengan Manager Area AFT Kualanamu, I Made Derta.

Pemeriksaan dilakukan dengan membongkar perangkat yang ditanam di sekitar aliran sungai. Setelah bekerja lebih dari satu jam, tim menemukan sejumlah peralatan yang diduga dipersiapkan untuk mendukung aksi penyedotan Avtur dari jalur pipa Pertamina.

Dari lokasi, petugas mengamankan satu buah keran air berukuran 1 inci dan satu rol selang plastik warna merah berukuran 1 inci dengan panjang sekitar 300 hingga 400 meter.

Seluruh barang tersebut kemudian diamankan di Posal Pantai Labu untuk proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kadispen Kodaeral I, Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan, mengatakan pengungkapan tersebut tidak terlepas dari kepekaan personel dalam merespons informasi masyarakat.

Menurutnya, informasi sekecil apa pun terkait aktivitas mencurigakan di sekitar objek vital nasional menjadi perhatian serius, terlebih jalur pipa tersebut berkaitan dengan distribusi energi untuk kebutuhan penerbangan.

“Respons cepat personel terhadap informasi masyarakat menjadi bagian penting dalam pengamanan objek vital nasional. Temuan ini berhasil diamankan sebelum dugaan penyedotan Avtur terjadi,” ujar Wahyu kepada SuaraSumut.id, Minggu (6/9/2026).

Ia menegaskan, pengamanan objek vital nasional membutuhkan sinergi antara aparat keamanan, pengelola objek vital dan masyarakat. Peran masyarakat dalam memberikan informasi juga dinilai sangat membantu upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

Dengan diamankannya peralatan tersebut, dugaan aksi illegal tapping di jalur pipa Pertamina AFT Kualanamu dapat dicegah sebelum BBM jenis Avtur sempat disedot dan dialirkan.

"Situasi di lokasi setelah kegiatan pemeriksaan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali," tukasnya.

Kontributor : M. Aribowo

Load More