- Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan tidak sehat, tinggi gula, dan ultra-proses berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk.
- Konsumsi kafein hingga enam jam sebelum waktu tidur dapat mengganggu tidur dan membuat seseorang sulit terlelap.
- Makanan berat, berlemak, pedas, asam, serta porsi besar dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan dan refluks saat berbaring.
Bukan berarti semua orang harus berhenti makan pedas. Respons tubuh berbeda-beda. Jika Anda tidak mengalami keluhan, dampaknya mungkin berbeda dibandingkan orang yang sensitif terhadap makanan pedas.
4. Makanan dan Minuman Asam
Jeruk, tomat, minuman bersoda atau makanan lain yang bersifat asam juga perlu diperhatikan apabila Anda memiliki masalah refluks.
Bagi sebagian orang, konsumsi makanan atau minuman tertentu menjelang tidur dapat memperburuk gejala ketika posisi tubuh sudah berbaring.
Jika Anda sering mengalami sensasi asam naik ke tenggorokan, rasa panas di dada, atau mulut terasa asam pada malam hari, pola makan sebelum tidur layak dievaluasi.
5. Makanan dan Camilan Tinggi Gula
Es krim, permen, kue, dessert, sereal manis, dan berbagai camilan tinggi gula sering menjadi pilihan ketika ingin ngemil malam-malam.
Konsumsi makanan tinggi gula dan makanan olahan juga ditemukan berkaitan dengan karakteristik tidur yang kurang baik dalam sejumlah tinjauan penelitian. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa gula secara langsung menyebabkan seseorang mengalami insomnia.
Karena itu, masalah utamanya bukan sekadar satu kali makan dessert sebelum tidur, tetapi pola konsumsi secara keseluruhan.
6. Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses mencakup berbagai produk yang telah mengalami proses industri dan biasanya memiliki kombinasi bahan seperti gula, garam, lemak serta bahan tambahan lainnya.
7. Makanan dalam Porsi Terlalu Besar
Kadang masalahnya bukan jenis makanannya, melainkan jumlahnya. Makan malam dalam porsi sangat besar lalu langsung tidur dapat membuat tubuh terasa terlalu penuh. Bagi orang yang memiliki masalah refluks, berbaring setelah makan juga dapat memperburuk keluhan.
Karena itu, jika memungkinkan, beri jeda antara makan malam dan waktu tidur. Pilih porsi yang sesuai kebutuhan dan hindari kebiasaan makan berlebihan hanya karena lapar mata.
Lalu, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi Sebelum Tidur?
Berita Terkait
-
Tong Kalap, Tong Nyesa: Siasat Kafe di Bandung Kurangi Limbah Makanan
-
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
-
Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Amis Ikan yang Menempel pada Wadah Plastik Tempat Makanan?
-
Tuntutan Sektor Industri Makanan, Nilai Halal Jadi Standar Lintas Negara
-
Mengapa Makanan Mudah Lengket di Wajan Stainless Steel? Setop Asal Cemplung
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
7 Makanan-Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Bikin Susah Terlelap
-
6 Penyebab Tagihan Paylater Membengkak, Nomor 5 Sering Bikin Terjebak
-
Waspada! Suara Sound Horeg Berisiko Turunkan Pendengaran
-
Gawat! Anggota Polres Tanjungbalai Diduga Mesum Digerebek Warga
-
Mahasiswa Dibegal di Lahan Garapan Deli Serdang, Pelaku Sembunyi Dalam Sumur