- Tahanan narkoba Herman Ricardo Hutapea ditemukan tergantung di Rutan Balige pada Jumat dini hari.
- Petugas sempat membawa korban ke rumah sakit, namun tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
- Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan membuat surat pernyataan menolak dilakukannya autopsi.
SuaraSumut.id - Seorang tahanan kasus narkoba titipan Polres Toba, Herman Ricardo Hutapea (36), meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi kritis di kamar hunian Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut).
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 01.20 WIB. Polisi menyebut Herman ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian fentilasi udara kamar hunian.
Kasat Reskrim Polres Toba AKP Desman Manalu menjelaskan, kejadian bermula ketika teman satu kamar Herman, Edward Situmorang, berteriak memanggil petugas Rutan dari arah ruangan Mapenaling.
"Mendengar teriakan tersebut, petugas jaga Rutan kemudian mendatangi lokasi," katanya, Sabtu (26/9/2026).
Saat itu, kata Desman, petugas menemukan Herman dalam kondisi tergantung dengan kain yang terjerat pada bagian lehernya.
Melihat itu, dua petugas Rutan segera menurunkan Herman dan membawanya ke klinik Rutan untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Sekitar pukul 01.30 WIB, pihak Rutan Kelas IIB Balige membawa korban ke RS HKBP Balige untuk memastikan kondisi korban,” ujar AKP Desman.
Tak dinyana, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 01.43 WIB, Herman dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak medis.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Porsea untuk dilakukan Visum et Repertum guna memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
AKP Desman menerangkan Herman merupakan tahanan dalam perkara dugaan tindak pidana narkotika.
Ia dijerat Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 609 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Pidana.
Herman sebelumnya ditahan di RTP Polres Toba sejak 8 Agustus 2026. Selanjutnya, pada 14 September 2026, lokasi penahanannya dipindahkan ke Rutan Kelas IIB Balige.
Terkait kematian tersebut, AKP Desman menyampaikan pihak keluarga disebut telah menerima kejadian itu. Keluarga juga membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak keberatan dan tidak meminta dilakukan autopsi.
"Surat tersebut ditandatangani oleh istri dan adik kandung Herman," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
PK Bapas Luwuk Ikuti Sidang TPP di Rutan Poso, Bahas Pembinaan 19 WBP
-
Senyum Tipis Febrie Adriansyah Saat Tiba di Kejagung, Tangan Terborgol dan Pakai Rompi Pink
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Diskusi 2 Jam di Rutan KPK, Ini yang Dibahas Penasihat Hukum Febrie Adriansyah
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan
-
BRImo Ramaikan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung
-
Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Baterai 6.000 mAh, Fitur AI dan Update 6 Tahun
-
7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia
-
Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital