Suhardiman
Minggu, 27 September 2026 | 14:35 WIB
Petugas BPBD mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Tapteng. [Dok BPBD Sumut]
Baca 10 detik
  • Cuaca ekstrem berupa hujan lebat memicu banjir dan puting beliung di lima kabupaten Sumatera Utara pada Sabtu, 26 September 2026.
  • Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami dampak paling parah dengan banjir merendam permukiman di tujuh kecamatan serta memaksa warga mengungsi.
  • BPBD Sumatera Utara mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi, pendataan sementara, dan penanganan darurat di seluruh lokasi terdampak bencana.

Namun, dampak paling luas dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapteng. Sri Wahyuni mengatakan hujan berintensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Tapanuli Tengah sekitar pukul 16.30 WIB.

"Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan banjir melanda dua desa serta delapan kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan," katanya.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tukka, Kolang, Pandan, Tapian Nauli, Sarudik, Badiri dan Pinangsori.

Di Kecamatan Tukka, ketinggian banjir dilaporkan mencapai dada orang dewasa sehingga menghambat kendaraan roda dua maupun roda empat. Di Kecamatan Kolang, air mencapai ketinggian lutut orang dewasa.

Sementara di Kecamatan Pandan, banjir menghambat aktivitas dan kendaraan warga. Di Kecamatan Tapian Nauli, luapan Sungai Mela I dan II masuk ke kawasan permukiman.

Banjir di Kecamatan Sarudik dan Badiri mencapai sekitar 50 sentimeter hingga menyebabkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas. Sedangkan di Kecamatan Pinangsori, air telah memasuki kawasan permukiman warga.

"Sebanyak 14 warga dilaporkan mengungsi ke SMP Negeri 3 Tukka," kata Sri Wahyuni.

BPBD Sumut bersama tim di lapangan telah melakukan penyisiran dan evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.

Sri Wahyuni mengatakan penanganan dan pemantauan terus dilakukan bersama pemerintah daerah setempat.

Data dampak bencana tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses asesmen serta pendataan di lapangan.

BPBD mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.

Load More